Usai Divaksin Wiwin Demam Dan Meninggal Dunia, Penyebabnya Belum Diketahui

  • Bagikan

FaktaNews-(Jatim)– “Sebelum meninggal usai divaksin yang dilaksanakan penyelenggara Puskesmas Suboh, Almarhumah sempat mengalami demam hingga sesak napas sebelum meninggal,”kata Warga Kecamatan Suboh yang tidak mau disebutkan namanya, dikutip media (13/5/21).

Ini disampaikan terkait Wiwin wanita beralamat Dusun Suboh Kecil, Desa Suboh, Kecamatan Suboh yang meninggal pasca menerima suntikan kedua Covid-19 pada Kamis, (10/6/21).

Dikatakan, Setelah di Vaksin di Puskesmas Suboh Wiwin pulang, Sesampai dirumah, korban mengalami sesak nafas selanjutnya oleh keluarga Wiwin dibawa ke Puskesmas Suboh, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Sesampainya di Puskesmas dilakukan tindakan medis kepada Wiwin.

Karena kondisinya semakin parah dengan tanda – tanda tubuh korban membiru maka pihak keluarga minta korban dirujuk ke RSU Situbondo.

“Namun permintaan tersebut tidak cepat dilakukan oleh pihak Puskesmas Suboh sehingga korban menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Suboh.” ucap dalam tulisannya di WA.

Warga setempat yang juga tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, sebelum kejadian itu, pada siang hari dia melihat Wiwin jalan dan nampak sehat.

“Segar-segar saja dan sempat ketemu teman dan bersenda gurau di Nonik Cafe (red – Desa Buduan, Kecamatan Suboh), itu sorenya mungkin yang sesak nafas terus dilarikan ke Puskesmas. Sekitar Jam 16:00 WIB yang meninggal.” ucapnya dalam tulisan WA.

Dikonfirmasi Kepala Desa Suboh, Fitriah tidak mau berkomentar apapun mengenai warganya yang meninggal pasca imunisasi tahap kedua dengan Vaksin Zinovac.

Baca juga:  Puasa Kok Rombongan Masuk Kebun Jeruk Tetangga Desa 

Sementara itu, Ketua BPD Desa Suboh, Syaiful Haq atau biasa dipanggil pak rafi meminta semua pihak tidak memberi komentar apalagi seakan membela pihak kesehatan dulu terkait meninggalnya istri Budi (wiwin) pasca imunisasi vaksin Covid-19.

“Soalnya Kronologis Kejadian Penanganannya saya yang tau, dan ada intimidasi kepada warga apabila tidak divaksin maka segala bentuk bantuan akan dicabut,” tulisnya di group WA KIM SUBOH.

Seperti diketahui, Dalam rangka percepatan Imunisasi Vaksinasi Anti Covid – 19 seluruh Warga Negara Indonesia dianjurkan melaksanakan suntik vaksin tahap kedua dengan menggunakan Vaksin ZINOVAC.

Dalam program Imunisasi Vaksinasi Covid-19 oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan yang pelaksanaannya dengan transparan untuk mencegah penularannya.

Disinggung meninggalnya peserta Vaksin (Wiwin) Kepala Puskesmas Suboh, Ipung mengatakan, sebelum divaksin pihaknya berupaya untuk mengetahui rekam medis dengan menanyakan langsung kepada Wiwin.

“Sudah ada rekam medis, waktu Screening di meja 1 dan memang tidak ada keluhan atau pengakuan dari sasaran (wiwin) waktu ditanya, ternyata dari Pihak Keluarga tadi Bilang kalau punya Riwayat Sesak Nafas waktu di UGD,” jelasnya.

Menurut Ipung, seandainya sebelum di Vaksin wiwin mengaku dengan jujur kalau ada riwayat sesak nafas, pihak Puskesmas Suboh tidak akan melakukan penyuntikan imunisasi vaksin Zinovac.

“Kami melaksanakannya tidak ngawur, sudah sesuai Protap, S.O.P, Juknis.” katanya.

Baca juga:  Kepala Pengamanan LP Jember Ditangkap Polisi Banyuwangi Terkait Penipuan CPNS

Dengan kejadian ini Ipung menghimbau ke masyarakat Kecamatan Suboh, jika ditanya oleh petugas agar menjawab dengan jujur terkait rekam medisnya.

Lebih jauh mengenai meninggalnya wiwin untuk sementara pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematiannnya apakah berhubungan dengan vaksin.

“Karena butuh analisis dari dokter spesialis dikarenakan jarak waktu penerimaan sudah lebih dari 3 jam.” pungkasnya.(*jik/kin).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *