Tempat Wisata Angker di Banyuwangi, Tapi Banyak Dikunjungi

FAKTANEWS.CO.ID | Tempat yang berjulukan The Sunrise Of Java ini menyimpan banyak ragam wisata alam yang seakan tak akan ada habisnya untuk dieksplor.

Disamping wisata alam yang menakjubkan, Banyuwangi juga menyimpan banyak spot angker dan horor.

Konon beberapa sosok gaib seperti Nyai Resek, Macam Gading, Raja Tawang Alun dan sebagainya muncul di Rawa Bayu.

Kehadiran sosok mistis tersebut membuat Rawa Bayu menjadi mistis.

Ada juga cerita mistis di patung perbatasan yang dilewati saat menuju Banyuwangi. Patung tersebut dinamakan Alas Gumitir.

Alas Gumitir terkenal dengan gerakan tangan patung penari Gandrung yang bisa bergerak sendiri.

Ada banyak kejadian mistis di tempat tertentu menyebabkan tempat tersebut menjadi angker sehingga masyarakat merasa takut untuk mengunjunginya.

Sebut saja cerita-cerita mistis  menyebabkan khalayak tidak berani mengunjunginya, salah satunya di Keraton Macan Putih.

Lain halnya, misalnya saja di Alas Purwo, tempat ini meski terkenal angker namun bagi orang tertentu tempat ini menjadi pilihan tujuan.

Di Alas Purwo ini terkenal sebagai kerajaan jin yang sangat besar.

Konon katanya jika seseorang mendatangi atau berkunjung di Alas Purwo dengan maksud niat buruk maka jangan berharap akan bisa kembali dengan selamat.

Kawasan Alas Purwo terletak di hutan taman nasional yang melestarikan banyak flora dan fauna.

Alas Purwo dikenal sebagai tempat pesugihan, semedi, untuk mencari wangsit atau ilmu hitam. Selain itu banyak orang yang dinyatakan hilang disana.

Baca juga:  Menikmati Keindahan Bukit Watu Dodol yang Memiliki Latar Selat Bali

Banyuwangi menarik dikunjungi wisatawan yang ingin tau sebenarnya informasi ilmu santet

Sekilas kita penasaran, ada beberapa cerita yang mengatakan jika dulu, dengan uang lima ribu rupiah sudah bisa pesan santet.

Hal ini bermula dari tahun 1988 yang terjadi tragedi pembantaian dukun yang dicurigai menyebarkan santet dan orang-orang yang alim dan masyhur.

Para tokoh terkemuka banyak yang menjadi sasaran dalam pembantaian ini.

Fenomena tersebut dianggap hilang dan tidak ada kelanjutanya hingga saat ini. Untungnya masyarakat Banyuwangi telah menghapus tradisi ini sejak lama dan hal-hal mengerikan seperti santet dan sejenisnya yang ada perlahan mulai hilang.

Dan masyarakat Banyuwangi ingin menghapus stigma yang telah melekat itu,dengan kreativitas wisata. [FN94]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.