Tak Berkategori  

Sudah Biayai Kuliah dan Tersinggung, Dosen Bunuh Perawat Cantik

Faktanews.co.id.–Tak disangka dosen yang dikenal riang merupakan pembunuh perawat cantik Intan Mulyatin (25) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/8).

Dalam kejadian itu, Intan awalnya dicegat di Jalan Dana Traha Gunung Raja Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, terjadi pembicaraan antara Dosen itu dengan Intan sebelum akhirnya Sang Dosen kalap menusuknya hingga membuat Intan tewas pada Rabu sekitar pukul 8.28 Wita.

Kabar bahwa AS dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima sebagai pembunuh perawat cantik Intan Mulyatin memunculkan keheranan menyusul sehari-harinya AS dikenal sebagai dosen periang humoris, baik dan gaul.

AS kerap menghibur sesama teman dengan cerita lucu dengan sesama dosen STISIP.

“Kami turut berduka atas kejadian ini, kami sempat tidak percaya (dia) sebagai pelaku,semua kita diserahkan pada proses hukum dikepolisian,” ungkap Pembantu Ketua (Puket) III STISIP Mbojo Bima, Tasrif, Rabu (5/8).

Sementara rasa tak menduga sebelumnya Sang Dosen AS itu pelaku pembunuhan memunculkan pertanyaan ada permasalahan apa dosen dengan korban Intan Mulyatin.

Apalagi dosen perguruan tinggi swasta, AS (31) dan korban masih ada hubungan keluarga diinformasikan masih ada hubungan keluarga.

Belakangan diketahui pelaku melakukan hal nekat menghabisi korban akibat sakit hati karena kata penolakan orang tua perawat cantik itu saat sang dosen menolak lamarannya.

“Walaupun malaikat datang (melamar) saya akan tetap tolak,”kata AS menirukan ucapan orang tua Intan saat diintrograsi polisi.

Baca juga:  MUI: Muslim OTG Covid-19 Tetap Wajib Puasa

Sang Dosen AS sebelumnya telah membiayai Intan saat masih kuliah di perguruan tinggi kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan, tentu saja bahasa penolakan itu sulit bisa diterima.

AS yang mengaku sudah membiayai kuliah Intan di kampus kesehatan di Makassar, tepatnya di Universitas Muslim Makassar itu juga mencurigai Intan selingkuh pacaran dengan lelaki lain.

“Apa salah saya? Sementara dia meminta saya membiayai kuliah korban di Makassar,” ungkap Sang Dosen AS.(ins/ha).