Tak Berkategori  

Soal Perluasan Tambang Emas Gunung Salakan. LDKS : Bupati Mestinya Hadir Langsung di Tengah Warganya 

FaktaNews.-(Banyuwangi)–Reaksi penolakan perluasan tambang emas terpasang di dua lokasi di bawah gunung Salakan masuk wilayah dusun Pancer, desa Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Rabu, (2/1/22).

Sikap penolakan itu melalui kalimat-kalimat kontra dalam Banner

“Kami Warga Masyarakat Menolak Keras Dengan Adanya Konsesi Perluasan Pertambangan Gunung Salakan & Sekitarnya”bunyi kutipan banner.

Masyarakat atau Warga sudah mulai menurunkan aksi penolakan gunung Tumpangpitu yang sudah terlanjur ditambang.

Kini kekhawatiran membayang apabila gunung Salakan juga mau ditambang yang bisa membuat alam lingkungan semakin hancur.

“Apabila Perusahaan Memaksa Masuk Gunung Salakan & Sekitarnya Kami Siap Pertaruhkan Nyawa Kami, Gunung Salakan Harga Mati”

Sementara itu, Nr warga setempat mengatakan, Dua Banner itu, rencananya akan disusul 22 banner lagi yang akan dipasang sepanjang jalan pertigaan Lowi hingga sampai depan tenda perjuangan warga.

Mantan aktivis mahasiswa HMI Cabang Banyuwangi Mahfud Wahib yang juga pengurus Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mengatakan, penolakan perluasan Gunung Salakan dari warga masyarakat Kabupaten Banyuwangi wilayah selatan khususnya yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, harus dilihat lebih dalam bahwa aktivitas perusahaan tambang emas disana hanya memunculkan permasalahan.

“Sejak era Bupati Abdullah Azwar Anas sampai Bupati yang saat ini dijabat istrinya (Ipuk Fiestiandani) seakan-akan Pemerintah Banyuwangi tidak pernah hadir di tengah-tengah warga untuk melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung disana, ” katanya.(kor/kin).

Baca juga:  Legenda Banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.