Tak Berkategori  

Rakyat Banyuwangi Bersatu (RBB) Desak Tunda Penetapan Pemenang Pilkada dan Pelanggaran Diproses Cepat

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Aksi Demo sekitar seribu massa yang tergabung dalam Rakyat Banyuwangi Bersatu (RBB) didepan kantor Bawaslu Banyuwangi dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, Kamis (17/12/20).

Sejak pukul 09.00 WIB, massa RBB berkumpul di Depan Kantor Pos Banyuwangi, sambil menunggu kedatangan anggota elemen masyarakat yang lain, guna menyampaikan aspirasinya terkait Pilkada (Pilbup) Banyuwangi.

Mereka mendesak penundaan hasil Pilkada dan menuntut diprosesnya dugaan pelanggaran Pilkada Banyuwangi.

Pantauan di lapangan, Anggota Kepolisian dan TNI Angkatan Darat. Selain berjaga-jaga di lokasi aksi, aparat kepolisian juga mengawal perjalanan menuju lokasi yang dituju pengunjuk rasa.

Menariknya, sebelum bergerak ke Kantor Bawaslu Banyuwangi Jl. Dr. Soetomo, massa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Berbagai spanduk dan poster ketidakpuasan massa terhadap hasil Pilkada dibeber diantaranya isu isu-isu lama sebelum kampanye.

Massa juga melakukan orasi ketidakpuasannya terhadap proses Pilkada yang diwarnai dugaan kecurangan.

Saat massa kampanye hingga coblosan, namun sejumlah laporan yang sudah masuk, hanya sebagian kecil yang diproses.

Dalam orasinya mereka mengungkap temuan, seperti pemilih tidak mendapat model pemberitahuan kwk ataupun pemilih mendapat pemberitahuan kwk ganda.

Petugas KPPS tidak netral, mendukung dan mengarahkan pemilih mencoblos paslon 02.

Orator menyebut bagian kampanye dilakukan Paslon 02 melalui proyek inspratuktur APBD yang dilakukan mendekati Pilkada bahkan jelang H-1 pencoblosan.

Orator aksi juga menyinggung soal Politik uang dan pada hari H pencoblosan diluncurkan mobil pelayanan pembuatan E-KTP di SMA dan pondok pesantren.

Baca juga:  Organisasi Pers MAHKOTA Mulai Eksistensi Kembali

Salah satu orator aksi, Firdaus  mendesak Bawaslu Banyuwangi segera memproses semua dugaan pelanggaran Pilkada Banyuwangi yang jumlahnya mencapai ribuan.

“Segera proses pelanggaran-pelanggaran Pilkada di Banyuwangi. harus dibuktikan, bahwa pelanggaran-pelanggaran itu ada, banyak terjadi di daerah-daerah Kecamatan,” ungkap Firdaus dalam oratornya.(*kin).