Pesan Sang Bule, Literasi Kopi Hingga Harapan Kepada Generasi Milenial

  • Bagikan

Faktanews.co.id.– Sejarah dan perkembangan komoditas perkebunan Kopi sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke -16.

Saat ini Indonesia berada diurutan keempat negara penghasil kopi setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Namun yang harus menjadi perhatian, Vietnam yang hanya memiliki luas 331,212 km persegi, mampu menghasilkan 1,680,000 ton kopi.

Sedangkan Indonesia dengan luas wilayah 1,904,569 km persegi, hanya mampu menghasilkan 720,000 ton dengan luas wilayah 1,904,569 km persegi.

Energi kebangsaan dengan sesama komunitas kopi.

“Seharusnya disini kita belajar kepada Vietnam baik itu teknologi atau managerialnya, karena hasil produksinya sama dengan negara kita yaitu Robusta, bukan kepada Brazil meskipun di nomer satu karena yang dihasilkan adalah Arabika”, kata dosen IPB DR. (C) Agus Hari Hadi ST., MT, saat bertemu dengan JRKBB, JRKI dan Kru Faktanews.co.id. (4/4/21).

Pegiat kopi, Tatang Mohamad Toha menceritakan tentang perjalanan dirinya yang awalnya bukan peminum kopi lalu menekuni bisnis kopi.

Dia mencoba menggeluti dunia kopi dengan segala keterbatasannya hingga dirinya membuat Omah kopi Kalibaroe.

Sebelum terjun ke usaha kopi, dia sudah menggeluti dunia lukis di Ubud Bali.

Berawal sejawatnya wisatawan luar negeri (bule) mencoba membangkitkan keterpurukan gagal jual lukisan.

“Hai Mr Tatang, asing menjajah negerimu gara-gara rempah dan kopi, Kok kamu ndak mau kopi. jangan biarkan air mata petani kopi terus mengalir sampai jauh!”Pesan sejawat bule saat menjenguknya.

Dari situlah dia mulai terinspirasi hingga memutuskan untuk pulang kampung.

Inilah waktu yang luar biasa untuk memulai pikirnya saat itu.

“Awalnya saya mulai mempelajari karakter kopi, terjun langsung ke kebun, mengolah menjadi biji kering, roasting sampai penyajian buat warkop dan mengemas dengan branding Kalibaru Coffe!” ungkapnya.

Tatang saat ini menjadi bagian Komunitas kopi Kalibaru yang dimulai sejak 2017.

Pada tahun 2019, pegiat kopi Kalibaru sempat memproduksi sebuah film tentang kopi berjudul Sarjana Kopi.

Sedang termotivasi dan harapan pilihan usaha, tahun 2020 lalu para pegiat kopi Kalibaru memperingati Hari Kopi Internasional di Margo Utomo Hotel & Resort.(Dol/Awn/tim).

Penulis: Tim KonstributorEditor: Makin SH
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *