Pengembangan Agribisnis Buah Merah di Papua Barat

Oleh Siti Hadija Samual, M.Si

Buah merah (Pandanus Conoideus Lamk) merupakan salah satu jenis tumbuhan tropik yang dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Di daerah Papua, Buah Merah merupakan salah satu potensi unggulan yang secara tradisional telah dimanfaatkan oleh masyarakat baik yang bermukim di daerah pantai maupun di pegunungan sebagai bahan sumber lemak nabati (Minyak Korotenoid).

Buah Merah (Pandanus Conoideus Lamk) termasuk familia Pandanaceae dan merupakan tumbuhan endemik Papua dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai tinggi. Diperkirakan lebih dari 30 kultivar pandan buah dapat dijumpai di Papua. Buah merah memiliki bentuk yang menyerupai pandan dengan tinggi mencapai 16 m, tinggi batang bebas cabang setinggi 5-8 m dan ditopang dengan akar tunjang. Buah berbentuk lonjong dengan kuncup yang tertutup daun buah. Buah merah mempunyai panjang buah mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Tanaman buah merah diperbanyak masyarakat lokal melalui biji dan bibit (pemisahan anakan ataupun stek batang).

Buah merah mempunyai prospek untuk dikembangkan sebagai sumber bahan minyak nabati, selain kelapa dan kelapa sawit. Buah merah memiliki peluang pengembangan yang cukup baik, dikarenakan harganya yang mahal, ketersediaan lahan yang luas, serta budidaya dan cara pengolahan yang sederhana.

Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa Luas areal produksi tanaman buah merah pada tahun 2020 memiliki luas sebesar 434 Ha, dengan jumlah tanaman belum menghasilkan 54 Ha, Tanaman menghasilkan sebanyak 308 Ha. Dengan jumlah produksi sebanyak 41,80 Ton/Ha, dan memiliki produktivitas buah merah sebanyak 110 Kg/Ha.

Baca juga:  Bahaya Kesehatan yang Mengancam Sobat Ambyar

Penduduk dengan basis ekonomi rumah tangga dan pertanian. Ada beberapa faktor keterbelakangan pertanian tersebut seperti keterbatasan infrastruktur penunjang pertanian (transportasi maupun irigasi), belum berkembangnya kelembagaan pertanian, keterbatasan jumlah maupun tingkat keterampilan sumber daya manusia pertanian, rendah minat pengusaha, terbatasnya toko pertanian, belum berkembangnya teknologi pasca panen dan agroindustri dan rendahnya akses petani terhadap pasar.

Peluang pengembangan buah merah cukup besar karena didukung hal-hal sebagai berikut: 1) tanaman beradaptasi cukup luas mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi, 2) budi daya cukup mudah, tanaman kurang disukai hama, buah tidak cepat busuk, dan pengolahan buah menjadi minyak dapat dilakukan di tingkat petani.

Pemerintah Papua Barat perlu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing yakni permintaan dan penawaran. Sisi permintaan ditnadai oleh pasar yang berbuah sangat cepat, tuntutan mutu, aman, menarik dan terjamin kesinambungan pemasokkannya. Oleh sebab itu paradigma yang berorientasi pada produksi baru mencari pada diubanhya menjadi memproduksi buah merah yang diinginkan di pasar dan sebaliknya dari sisi penawaran produk yang dihasilkan petani harus mampu bersaing dalam hal mutu, harga dan pelayanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.