Penetapan PAK, Pendapatan dan Belanja Banyuwangi Mengalami Penurunan

FaktaNews.-(Banyuwangi)– Perubahan Keuangan Daerah (PAK) atau Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Banyuwangi Tahun 2021 akhirnya disahkan Rabu (29/9/21).

Pengesahan Raperda P-APBD 2021 tersebut pada forum rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara tersebut menjadi landasan pelaksanaan semua program kegiatan pembangunan telah ditetapkan.

Pengesahan yang disaksikan Bupati Ipuk Fiestiandani beserta jajaran eksekutif di ruang rapat paripurna itu juga terincikan angka pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah hingga akhir tahun anggaran 2021.

“Pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp 3.000.221.817.55 atau mengalami penurunan sebesar 1,19 persen dibanding APBD induk tahun ini,”kata Wakil Ketua Banggar Michael Edy Hariyanto.

Komposisi Rancangan P-APBD 2021 yang disepakati itu, terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 518.689.788.738, pendapatan transfer atau dana perimbangan sebesar Rp 2.345.393.717.814, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 136.139.310.000.

“Belanja daerah diproyeksi sebesar 3.300.415.505.702 atau turun 2,62 persen dibanding APBD induk 2021,”terangnya seperti dikutip pada Rancangan P-APBD 2021.

Sedangkan pembiayaan daerah diproyeksi sebesar Rp 300.193.689.149.

Pelaksanaan Raperda P-APBD 2021 ini tinggal menunggu tahap akhir yaitu evaluasi Gubernur Jatim untuk ditetapkan.

“Raperda P-APBD ini dapat merepresentasikan aspirasi rakyat Banyuwangi dan pada akhirnya mendapat persetujuan sebagaimana yang telah kita saksikan,”kata Bupati Ipuk Fiestiandani.

Ipuk atas nama Pemkab Banyuwangi menyampaikan terima kasih kepada dewan dalam merancang dan mengarahkan seluruh rangkaian kegiatan persidangan hingga ditetapkan PAK Raperda P-APBD 2021.(*kin).

Baca juga:  Sidang Pidana PN Banyuwangi Akan Gunakan Daring, Sidang Perdata Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *