Tak Berkategori  

Pemuda Tegaldlimo Tak Gengsi Ngamen dan Jual Layangan Untuk Bantu Keluarga Miskin Penderita Kanker Mata

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Sejumlah pengendara kendaraan motor roda dua dan roda empat sedikit mengurangi konsentrasi kecepatannya tersenyum kepada sejumlah pemuda yang berdiri dipinggir jalan sekitar perempatan Desa kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jumat (9/10/20).

Diantara pengendara motor yang melintas perempatan yang biasa disebut perempatan Dam Telu itu melihat sejumlah pemuda tanpa gensi menawarkan layang-layang.

Pengendara lainnya adakalanya menghampiri pemuda tersebut selanjutnya merogoh sakunya dengan ikhlas ketika mengetahui maksud sejumlah pemuda tersebut.

“Oh ya mas untuk membantu anak yang kena tumor itu, kita bantu seadanya,”kata Yanto pengendara lalu melanjutkan perjalanannya.

Kepada wartawan salah satu pemuda tersebut mengatakan, mereka adalah pemuda yang tinggal didesa setempat sengaja berkumpul untuk melakukan aksi sosial.

“Kita sudah janjian sama kawan-kawan menyisihkan waktu sekitar sekitar 3 jam kumpul di perempatan Dam Telu untuk menggalang dana membantu meringankan beban keluarga Radika,”kata koordinator aksi sosial, Ogik Sogol, Jumat (9/10/20).

Ogik menjelaskan Radika adalah anak penderita penyakit tumor mata asal Desa kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, dia dari keluarga tidak mampu.

“Mohon maaf mungkin ada yang merasa terganggu atas Aksi sosial teman-teman,”ungkapnya.

Diketahui, sejumlah pemuda desa yang memberi nama kelompok ‘Cah Bergudul’ ngamen di jalan masuk keluar kampung.

Diantara mereka ada yang berdiri dipingir jalan menjual layang-layang.

Mereka melakukan aksi galang dana sejatinya terkait Radika, anak penderita penyakit tumor mata.

Baca juga:  Janji Nikahi, Pemuda Gambiran Hamili ABG 14 Tahun

Sementara mereka sudah mengetahui seluruh biaya operasi sudah ditanggung oleh pemerintah daerah dengan menggunakan surat keterangan tidak mampu.

Saat ini keluarga sangat membutuhkan bantuan karena keluarga harus ikut menjaga menunggu menyusul operasi mata Radita dilakukan di RS dr. Soetomo Surabaya.

“Kita menyadari yang dibutuhkan bukan untuk pengobatannnya saja, biaya hidup keluarga yang sekarang menunggui Radita di Surabaya juga besar, kita jualan layangan dengan berbagai macam dan ukuran, alhamdulillah ini hampir habis Cuma sisa tiga,” ucap Sofi, pemilik layangan.

Dari hasil ngamen dan jualan layang-layang telah terkumpul dana sebesar Rp 2.538.300,-. Nantinya dana tersebut akan diserahkan ke Laziz-NU untuk disalurkan pada yang bersangkutan.

“Semua hasil penggalangan dana ini nanti akan kami serahkan ke lembaga resmi Laziz-NU untuk di teruskan ke keluarga,” pungkas Ogik.(*kin).