Kurasi  

Menikmati Hamparan Padang Savana dengan Pemandangan Menawan di Bukit Kawah Wurung

FAKTANEWS.CO.ID | Bagi kamu yang berencana mendaki kawah Ijen cobalah juga untuk memasukkan bukit kawah wurung dalam perjalanan kamu. Itu lantaran kawah wurung letaknya tidak jauh dari Paltuding.

Atau kamu juga dapat menambahkan kawah wurung sebagai wisata alternatif ketika gagal mendaki kawah Ijen ketika sedang aktif.

Kawah wurung adalah kawasan perbukitan dengan hamparan Padang Savana dengan ceruk yang bentuknya menyerupai kawah gunung.

Bukit tersebut dikelilingi lubang raksasa yang bentuknya seperti kaldera.

Arti dari kawah wurung sendiri merupakan kawah yang telah mati. Karena di sepanjang mata kamu memandang hanya terlihat perbukitan yang ditumbuhi rerumputan hijau dengan sedikit pohon.

Ada yang mengatakan jika kawah wurung merupakan miniatur gunung Bromo.

Ada juga yang mengatakan jika Padang Savana tersebut seperti yang ada di New Zealand.

Dan ada juga yang yang menganggap landscape dalam jam-jam kawah burung seperti di film televisi Teletubbies.

Bentuknya yang indah membuatnya kerap dijuluki sebagai zamrudnya Bondowoso.

Bukit kawah wurung secara geografis terletak di desa Jampit, kecamatan Sempol, Bondowoso, tepatnya berada di sebelah barat kawah Ijen.

Kawasan tersebut dijuluki sebagai Highland Paradise dan dapat ditempuh dengan mobil ataupun sepeda motor.

Sebelum memasuki kawasan kawah wurung, kamu akan melewati jalan dengan trek menanjak serta bergelombang sekitar kurang lebih 100 meter yang kerap dinamakan tanjakan cinta.

Di ujung kamu akan menemukan sebuah puncak bukit yang melingkar dan kerap dinamakan bukit cincin. Bokep cincin tersebut merupakan kubangan besar dengan bentuk kaldera besar. Bukit tersebut akan terlihat seolah kawah wurung terlingkari.

Baca juga:  Bupati Ipuk dan Plt Kadis PUCKPP Pimpin Langsung Penanganan Longsor di Jalur Erek-Erek KWA Ijen

Tiba di lokasi kawah wurung, kamu dapat memarkir kendaraan kamu di sekitar kaki perbukitan.

Setelah itu kamu dapat melakukan pendakian atau dapat juga mengitari kaldera melalui jalur sempit yang hanya cukup untuk 1 mobil.

Kamu hanya butuh setidaknya 15 menit mencapai puncak bukit.

Itupun melalui jalur pendakian jalan setapak yang tidak terlalu terjal. Akan terlihat dari atas bukit hamparan padang rumput hijau yang sangat memanjakan mata.

Jika kamu memandang sekeliling akan terlihat bibir kaldera Ijen di kejauhan yang berdampingan dengan puncak Merapi.

Kamu juga dapat melihat gunung Raung dengan kalderanya yang begitu terjal melalui pandangan dari sudut lain.

Namun kamu hanya dapat melihat padang hijau Savana ketika musim hujan.

Sedang jika kamu datang ketika kemarau maka pemandangan yang akan tampak yakni Savana tersebut akan menjadi merah muda merona hingga kuning yang pesonanya tidak kalah dengan ketika musim hujan.[ab89]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.