Mengunjungi Kampung Jalan Anggur Sembari Belajar Menata Lingkungan

  • Bagikan

FAKTANEWS.CO.ID | Tentu semua orang menginginkan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah. Walau sulit untuk mewujudkan hal tersebut, katanya lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah yang banyak diidamkan orang ada di Banyuwangi. Kampung tersebut bernama kampung anggur dan berada di lingkungan kelurahan Kalirejo, kecamatan kabat Banyuwangi.

Bagi warga kampung anggur, sampah yang kerap menjadi momok justru menjadi berkah di kampung ini. Berawal dari sampah, kini masyarakat di sepanjang jalan anggur benar-benar merdeka dari sampah. Mereka memanfaatkan dan mengelola sampah menjadi bernilai lebih. Itu yang membuat kampung anggur dikenal sebagai kawasan hijau di pinggiran kota.

Ketika kamu memasuki kawasan kampung anggur akan terlihat kawasan ini begitu teduh. Itu karena di sepanjang kampung anggur berjajar tanaman teduh mulai dari pintu awal hingga penghujung gang. Di kanan dan kiri juga dipenuhi dengan pohon mangga, rambutan dan tanaman buah lain. Ada juga berbagai jenis bunga yang akan memanjakan mata kamu ketika memasuki kampung ini.

Selain media tanaman dalam pot terdapat juga konsep vertical garden yang menjadi salah satu alternatif media tanam di area yang minimalis. Itu juga menjadi salah satu bentuk dari green lifestyle. Hal tersebut mencerminkan solidaritas warga kampung anggur dalam menjaga lingkungannya.

Kampung anggur sebenarnya merupakan nama sebuah jalan di kawasan perumahan Kalirejo. Letaknya yang berada di sebelah kanan jalan raya dari Banyuwangi menuju Jember. Kampung ini juga merupakan pintasan pertama bagi mereka yang ingin memasuki kawasan perumahan yang ada di tempat tersebut.

Baca juga:  Home Industri Tas Pasar Ditengah Pandemi Covid - 19 Malah Banjir Orderan Via Online

Ibu-ibu di lingkungan kampung anggur ini juga membentuk kelompok ibu-ibu dasawisma atau dikenal dengan Dawis Anggur. Kelompok tersebut merupakan kelompok peduli lingkungan dan sampah untuk menjadi barang bermanfaat yang kemudian dibina oleh dinas kebersihan dan pertamanan Banyuwangi pada program merdeka dari sampah.

Kreativitas warga tersebut terbangun setelah mendapatkan apresiasi berupa penghargaan ijo royo-royo pada 2008 lalu. Mereka lalu diganjar penghargaan karena penghijauan halaman rumah seperti penanaman buah dan bunga.

Dari sana kemudian muncul dorongan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan an untuk mengolah sampah. Warga kampung anggur kemudian mengumpulkan sampah untuk dijual dan akhirnya dapat membuat gudang untuk program bank sampah di kampung tersebut.

Berawal dari sampah, warga jalan anggur kini benar-benar merdeka dari sampah.[FN081]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *