Menemukan Wong osing, “Dalam Fenomena Banyuwangi Kekinian” Bersambung

  • Bagikan

Bag.2

Faktanews.co.id.– Memiliki Bandara yang beda dari daerah lain dengan mengadopsi konsep atap rumah Osing,  tak jarang wisatawan tertarik mencoba menelusuri Banyuwangi masa lalu.

Ketika kita keliling Banyuwangi kita akan nengetahui langsung bahwa Kabupaten ujung jawa ini dihuni beragam etnis.

Seperti daerah pesisir lainnya, Banyuwangi mendapat pengaruh kebudayaan dari para pendatang yang kemudian menetap berdampingan dengan warga asli (wong osing).

Wong Osing (Suku Osing) merupakan pewaris kultural Blambangan masa lalu, merupakan aktor penting dalam membentuk identitas Banyuwangi masa kini.

“Peneguhan identitas Osing tak bisa tak dipengaruhi oleh politik kebudayaan Orde Baru awal 1970-an, berkaitan dengan revitalisasi tradisi dan kebudayaan lokal,” ujar Wiwin Indiarti, pengajar PGRI Banyuwangi, kepada Historia.

Suku Osing menempati beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan utara.

Terutama di Kecamatan Banyuwangi, Rogojampi, Sempu, Glagah Singojuruh, Giri, Kalipuro, dan Songgon. Ia memiliki bahasa sendiri, yakni bahasa Osing.ndu/kin). (ndu/kin).

Sumber : Historia

Bersambung bag 3 : Identitas Samar Osing.

Baca juga:  Dini Hari Galery Virdes Batik Banyuwangi Terbakar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *