Tak Berkategori  

Kumpul Di Djawatan Warga Pelaku Seni Nilai Pemerintah Tak Konsisten, Yunus Ancam Demo Besar-Besaran

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Puluhan seniman dan pekerja seni lainnya mengadakan pertemuan dengan aktivis anti masker “Yunus” di Djawatan,Jum’at (02/10/2020).

Dalam pertemuan dihadiri Komunitas orang – orang seni, artis, pemilik seni budaya, sound sistem, pemilik terob dan para pedagang itu mendiskusikan sikap pemerintah dan aparat terkait izin pagelaran pentas seni yang dinilai semena-mena.

Mereka mempertanyakan beberapa waktu lalu pasca demo pelaku seni dan pekerja seni dibanyuwangi disepakati bahwa izin pagelaran pentas seni diperbolehkan meski dengan protokol-protokol khusus.

Namun pada kenyataannya hingga saat ini izin dengan protokol khusus tersebut masih sangat simpang siur.

Komunitas orang – orang seni, artis, pemilik seni budaya, sound sistem, pemilik terob dan para pedagang.

Contoh satu kasus kemarin terjadi di acara hajatan Bpk Suwandi dan Ibu Ngaisah (Silirbaru Pesanggaran), dua jam sebelum pagelaran janger, jaranan, dan orkes dimulai secara sepihak aparat setempat tiba-tiba mencabut izin pagelaran.

Padahal jauh-jauh hari sebelumnya tuan rumah sudah mendapat izin untuk mengadakan pagelaran janger tersebut dengan komitmen segala protokol kesehatan terkait covid-19 yang diberlakukan oleh aparat dan pemerintah setempat sudah dilaksanakan.

“Semalam kejadian didaerah Pesanggaran sana Kecamatan di Pesanggaran sudah dapat izin dari semuanya sudah mengikuti aturan secara covid tetapi dengan spontan dengan durasi kurang dari dua jam tiba-tiba diberhentikan. Ini yang tidak bener adalah pemerintahnya, ya kan ? Jangan sampai mengecewakan kepada rakyat, masyarakat pengen seneng – seneng merayakan dengan seni yang sudah disiapkan semuanya dan sudah ada izin, tiba – tiba pemerintah yang ada di Pesanggaran memberhentikan, ini bentuk kekecewaan dari para rakyat dan masyarakat yang hari ini kumpul bahwa kita sudah sepakat bahwa kita akan bareng – bareng bersama ribuan orang banyuwangi kita akan demo kita akan menuntut pada pemerintah Banyuwangi atas Peradilan yang tidak adil ini,” kata Yunus dalam pertemuan tersebut.

Baca juga:  Camat Srono & Kades Wonosobo Mengaku Tidak Tahu Ada Rumah Prostitusi Buka Di Bulan Ramadhan

Yunus berikrar akan memimpin demo besar – besaran para pekerja seni dan pelaku seni tersebut, bahkan Yinus menyatakan siap dipenjara untuk mewakili suara rakyat yang mata pencahariannya disetop oleh pemerintah Banyuwangi yang dinilai tidak adil.

“Dalam waktu dekat saya akan komunikasi dengan Bapak Kapolres dan pemerintahan Banyuwangi, kita akan adakan demo besar – besaran ya ! Saya yang akan pimpin, kalau harus dipenjara saya bertanggung jawab untuk dipenjara untuh mewakili rakyat semuanya nggeh,” Ucap Yunus dalam pertemuan disambut dengan tepuk tangan para pelaku seni dan pekerja seni yang hadir.