Tak Berkategori  

Komposisi Pejabat Komisi-Komisi dan 2 AKD DPRD Banyuwangi Tetap

FaktaNews.– Enam alat kelengkapan dewan (AKD) antara lain Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Komisi I, Komisi II, Komisi III dan Komisi IV. tetap diisi nama-nama sebelumnya.

Ini berdasarkan hasil kesepakatan seluruh fraksi, komposisi pimpinan alat kelengkapan dewan DPRD Banyuwangi atau Komisi-komisi didewan.

Ketua DPRD, M Cahyana Negara mengatakan, nama tersebut juga berasal dari nama berasal dari usulan yang diajukan fraksi didewan.

M Cahyana merincikan nama AKD yang dimaksudkan.

“Ketua Badan Kehormatan tetap dipercayai yakni kepada anggota fraksi PKB Priyo Santoso sedangkan Ketua Bapemperda tetap dijabat Sofiandi Susiadi dari fraksi Golkar-Hanura,” jelasnya.

Sedangkan 4 Komisi masing-masing juga tetap dijabat pejabat sebelumnya adalah.

Komisi I tetap dijabat Irianto dari fraksi PDI-Perjuangan, Wakil Ketua, Marifatul Kamila dari fraksi Golkar-Hanura, Sekretaris, H Susiyanto dari fraksi PKB.

Ketua Komisi II tetap dijabat Hj. Mafrochatin Ni’mah dari fraksi PKB, Wakil Ketua, Yusieni dari fraksi Demokrat, Sekretaris, Ali Mustofa dari fraksi Nasdem.

Ketua Komisi III tetap menjabat, Emy Wahyuni ​​Dwi Lestari dari fraksi Demokrat, Wakil Ketua, Wagianto dari fraksi PDI-Perjuangan, Sekretaris, H. Hasanuddin dari fraksi PPP.

Ketua Komisi IV tetap dijabat Ficky ​​Septalinda dari fraksi PDI-Perjuangan, Wakil Ketua, Ir Basuki Rachmad dari Partai Hanura, Sekretaris, H. Khusnan Abadi dari fraksi PKB.

Dia menjelaskan, meski Susunan AKD sesuai usulan fraksi nama-namanya tetap namun dalam paripurna menurunya bukan tanpa dinamika.

Baca juga:  Tak Siap Jadi Ibu, Abg 15 Tahun Bunuh Bayinya

Dia mengaku, dalam rapat paripurna internal ada dinamika yang berkembang terkait dengan adanya masukan pengabungan fraksi sehingga dapat diperdebatkan karena masing-masing anggota fraksi berbeda salah satu pasal dan ayat dalam Tatib dewan.

Ada anggota dewan yang membahas fraksi sejak dilantik hingga masa keanggotaan dewan, hal-hal anggotanya berubah, ada yang ucap juga jika tidak diatur dalam perubahan 2 tahun 6 bulan tetapi tidak boleh bergabung, hal ini diartikan ini dibuat.

Dalam dinamika perbedaan belum ada titik temu, sehingga komposisi fraksi di DPRD Banyuwangi tetap berlaku seperti awal dilantik sambil menunggu konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, bila nantinya Kemendagri mengizinkan adanya penggabungan fraksi lain maka akan ada kocok ulang Kembali karena ada beberapa fraksi yang masuk, tetapi jika tidak fraksinya tetap seperti semula.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Banyuwangi dua periode berturut-turut ini menjelaskan, Perubahan AKD merupakan hal biasa untuk penyegaran kinerja dewan setelah berjalan 2 tahun 6 bulan sepanjang periode 2019 – 2024.

Ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi dan Peraturan DPRD Kabupaten Banyuwangi No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD Banyuwangi.

Dalam rujukan peraturan itu, perubahan hanya dilakukan pada 6 alat kelengkapan dewan

Masing-masing Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Komisi I, Komisi II, Komisi III dan Komisi IV.

Baca juga:  PUSKAPTIS Geram Pemecatan THL, Dewan Desak Pemkab Pekerjakan Kembali

“Dalam rapat paripurna tadi masing-masing fraksi menyampaikan proposal usulan nama-nama anggotanya yang akan duduk di alat kelengkapan dewan,“ ungkapnya.(*kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.