Kinerja DPRD Banyuwangi Jadi Study Pansus RPJMD DPRD Kabupaten Probolinggo

FaktaNews.-(Banyuwangi)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi menyambut baik Rombongan wakil rakyat yang tergabung dalam Pansus Raperda rencana pembangunan Jangka Menengah Menengah Daerah (RPJMD) Kab. Probolinggo, Selasa, (09/11/21).

Kunjungan wakil rakyat Probolinggo bersama Ketua Pansus Raperda RPJMD DPRD kabupaten Probolinggo, Supoyo.

Kunjungan Kompirasi Panitia Khusus (Pansus) Raperda RPJMD Tahun 2018-2023 DPRD kabupaten Probolinggo itu hadir di Banyuwangi guna melakukan sharing, diskusi serta mempelajari pembahasan Raperda RPJMD dan Raperda tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sementara itu diketahui, Raperda RPJMD Kabupaten Banyuwangi tahun 2021-2026 sudah disahkan sekitar Agustus  beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila mengatakan, rombongan wakil rakyat yang tergabung dalam Pansus Raperda RPJMD Kab. Probolinggo datang ke Banyuwangi untuk mempelajari pembahasan Raperda RPJMD.

Menurut Rifa, Rombongan Wakil Rakyat itu juga mempelajari dan diskusi mengenani Raperda tentang PDAM.

“Pansus DPRD Probolinggo sharing pembahasan RPJMD dan PDAM, “katanya.

Lebih jauh, politikus Golkar Banyuwangi yang kini tercatat jadi anggota Komisi I DPRD Banyuwangi itu menjelaskan, terkait Raperda RPJMD Banyuwangi telah melalui proses yang panjang.

Dan Raperda RPJMD kabupaten Banyuwangi tahun 2021-2026 sudah disahkan menjadi Peraturan daerah (Perda) pada bulan Agustus 2021 yang lalu.

Menurutnya, Penyusunan rencana pembangunan daerah lima tahun ke depan melalui empat pendekatan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan RPJMD Banyuwangi menjadi lebih berkualitas, secara konsisten dapat dilaksanakan dan capaian kinerjanya setiap tahunnya dilaporkan.

Baca juga:  Sekitar 400 Warga Banyuwangi Yang Ikut Mudik Gratis Dari Bali Menuju 3 Terminal Ini

“Kita membentuk RPJMD melalui empat pendekatan yang saling terkait mulai pendekatan teknokratis, pendekatan partisipatif, pendekatan top down dan buttom up maupun pendekatan politik,”jelas Rifa.

Rifa menegaskan, untuk menindak lanjuti rekomendasi RPJMD tersebut  harus dilakukan penyesuaian.

“Penyesuaian target capaian indikator kinerja utama tahun 2022 sampai 2026. Khususnya terkait dengan pertumbuhan ekonomi,” terangnya.(*kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.