Ketua dan Pengurus PERADI Rapat Pertanyakan Kriteria Anggota ‘Wadul Propam’, Anggotanya Juga Dipanggil

FaktaNews.-(Banyuwangi)– Sejumlah pengurus inti Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banyuwangi rapat menindaklanjuti reaksi terhadap Inovasi Program Wadul Propam Presisi yang diluncurkan di Mapolresta Banyuwangi.

Nampak hadir dalam rapat Ketua Peradi Banyuwangi Misnadi SH MH, Eko Sutrisno, Julistiyo SH. Slamet Suharto SH, Bomba Sugiarto, Wiwik SH hingga Eni Setiyawati SH. dikantor Peradi Banyuwangi,Senen Sore, (11/4/22).

Dalam rapat, sebagai wadah penegak hukum mereka menilai perlu melakukan koreksi dan mengumpulkan informasi keberadaan Program Wadul Propam Presisi yang di Lauching Sabtu (9/4/22) siang.

Diketahui, Program Wadul Propam Presisi merupakan Layanan hotline dengan nomor: 081358616336.

Program ini merupakan inovasi yang bisa digunakan warga untuk melaporkan persoalan hukum yang sedang ditangani kepolisian.

Dalam prakteknya layanan pengaduan ini juga melibatkan masyarakat di luar Polresta Banyuwangi.

Ada tiga perwakilan kelompok masyarakat yang dilibatkan, yaitu dari akademisi, praktisi hukum dan organisasi sosial.

Ketua Peradi Banyuwangi Misnadi SH mengatakan, keberadaan Program Wadul Propam Presisi telah membuat reaksi didalam internal kelembagaan Advokat Peradi sebagai bagian dari penegak hukum.

“Anggota bertanya-tanya kriteria pelibatan praktisi hukum di Program Wadul Propam Presisi, kita juga perlu tahu praktisi hukum yang dimaksud bagaimana,”kata Misnadi diamini pengurus yang lain.

Misnadi menjelaskan dan menjawab pertanyaan pengurus dan anggota, bahwa pihak Peradi Banyuwangi juga tidak tahu menahu inisiatif siapa keberadaan lembaga tersebut.

Baca juga:  Peluncuran Angklung Kromatis Khas Banyuwangi Digelar Bertepatan Dengan Hari Musik Nasional

Pada sisi lain, selama ini Peradi welcome terhadap mitra kerja penegakan hukum bila dianggap diperlukan dan sebagai organisasi wadah Penegak hukum yang beranggotakan hampir dua ratus orang memang bukan organisasi yang layak ditinggalkan.

“Kalau sampean – Sampean tanya ke saya, saya juga tidak tahu, kriteria yang  yang diperlukan juga saya tidak tahu,” katanya menanggapi sejumlah pertanyaan pengurus lain.

Mengenai salah satu anggotanya yang diinformasikan menjadi bagian Program Wadul Propam Presisi, dirinya justru mengetahui dari laporan anggota dan pengurusnya.

“Yusuf kita panggil, dia masuk Program Wadul Propam Presisi apa inisiatif dirinya pribadi atau mengatasnamakan Peradi atau menawarkan diri kita perlu tahu,” katanya.

Sementara itu,Wakil ketua Peradi Selamet Suharto SH, meminta Peradi sebagai wadah bisa mengontrol anggotanya dalam kaitan membawa nama Peradi sebagai organisasi.

“Kalau itu mengatasnamakan Peradi, Ya Peradi harus memberi teguran, kita usul kalau penunjukan kepada Peradi juga mengetahui ketua dan surat mengetahui dari pimpinan lembaga yang memberi penunjukan,”katanya.(*kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.