Tak Berkategori  

Kerja Keras Polresta Banyuwangi Dalam Bentrok PSHT Vs Pagar Nusa Yang Diwarnai Pengrusakan Rumah Musholla dan 1 Korban Meninggal

FaktaNews.-(Banyuwangi)–Jumlah tersangka dan dilakukan penahanan terkait dengan perkara pertikaian antara Kelompok PSHT dengan Kelompok Pagar Nusa di wilayah hukum Polsek Bangorejo, Polsek Siliragung dan Polsek Pesanggaran dimungkinkan akan bertambah menyusul penyelidikan dan penyidikan hinga saat ini masih berjalan.

Kapolresta Banyuwangi menjelaskan bahwa 4 orang tersangka dan ditahan berinisial UK, EM, PF dan SDN dari Kelompok Pagar Nusa terkait perkara pengeroyokan/aniaya yang mengakibatkan korban meninggal dunia (MD) di wilayah Polsek Bangorejo.

Sedangkan dari kelompok PSHT sebanyak 18 orang menjadi tersangkat karena perkara pembakaran/pengerusakan Padepokan pagar Nusa kejadian diarea hukum Polsek Pesanggaran.

“Sebanyak 4 orang inisial BBBW, SN, PPHP dan PA. Untuk perkara pengerusakan Mushola Darunnajah di Polsek Bangorejo sebanyak 14 orang,” terang Kombes Pol Nasrun, kepada wartawan Jumat (18/03/22).

Saat ini jumlah tersangka dan yang ditahan terkait dengan perkara pertikaian antara Kelompok PSHT dengan Kelompok Pagar Nusa di wilayah hukum Polsek Bangorejo, Polsek Siliragung dan Polsek Pesanggaran.

“Sebanyak 23 orang dari jumlah tersebut 18 orang dilakukan penahanan dan 5 orang tidak dilakukan penahanan karena mereka Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH),”

Para tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Penyidik menggunakan pasal Pasal 351 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal atau selama lamanya 5 tahun.

Pasal 187 ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal atau selama lamanya 12 tahun.

Baca juga:  Ingin Kerja Tetap Patuhi Prokes, Didampingi Yunus Pelaku & Pekerja Seni Minta Bupati Konsisten

Dan Pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara maksimal atau selama lamanya 5 tahun.

Para tersangka yang saat ini ditahan di rumah tahanan Negara Polresta Banyuwangi juga harus dilihat sebagai bagian memudahkan proses penyidikan.

Saat ini, Satreskrim Polresta Banyuwangi dan Polsek tempat kejadian masih secara intensif melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap perkara tersebut.

Hal ini tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan yang tengah dilakukan.

“Penyidikan tengah mengamankan sejumlah barang bukti dan para tersangka ditahan di rumah tahanan Negara Polresta Banyuwnagi guna memudahkan proses penyidikan,” jelasnya.

Informasi yang berkembang, kejadian ketegangan bermula dari unggah video yang diduga melecehkan Almarhum Kyai/Gus Maksum Kediri, nama ini merupakan Guru Besar Pagar Nusa.

Dari unggahan tersebut nampaknya telah memancing percakapan.

Selanjutnya, serangan dilakukan kepada tempat Pagar Nusa di Pulau Merah dibakar (Lokasi di Dekat Kawasan Tambang Emas Tumpang Pitu) kejadian sekitar pukul 18.00 WIB pada tanggal 18 Maret 2022.

Salah satu titik lokasi Banyuwangi selatan mencapai puncak bentrok yaitu diarea rumah Gus Khozin (Pemilik Mushola yang dirusak.

(Khozin saat ini jadi tersangka dan ditahan di Polresta Banyuwangi buntut dari salah satu Anggota PSHT Fredi Triyanto (26) Warga Dusun Sumberasri, Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran tewas).

 

Sekitar 700 lebih massa PSHT konvoi sepeda motor dari Tugu PSHT Desa Kesilir Kecamatan Siliragung menuju Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo.

Baca juga:  DPRD Ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pilkada 2020

Bentrok kedua pencak silat tersebut juga terjadi hingga masuk tepatnya di perkampungan Sukomukti Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, pada 10 Maret 2022 Pukul 02.10 WIB.

Sekitar pukul 03.15 WIB, kedua kelompok kembali bentrok di dalam kampung, hingga Pukul 03.30 WIB, informasinya, situasi tak terkendalikan itu mengakibatkan sejumlah korban terkena senjata tajam.

Selain korban meninggal terdapat  korban luka tercatat dari PSHT 15 orang dirawat di Puskesmas Pesanggaran, Banyuwangi, dan 6 orang dirawat di Puskesmas Kebondalem Bangorejo

Aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi akhinya berhasil memecah massa kedua belah pihak yang bentrok sekitar Pukul 03.40 WIB.(*gok/kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.