Kasak Kusuk ‘Pasrah’ Singkir Menyingkirkan Dalam Pemilihan Direktur Poliwangi 2021

  • Bagikan

FaktaNews.-(Banyuwangi)– Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) periode 2021-2025 tampaknya tak jauh  dari cara politisasi meraih kekuasaan.

Proses bersifat terbuka dan diumumkan hanyalah diindikasikan hanya pembenar.

Berbagai cara diendus untuk singkir menyingkirkan mengarah kepada yang dikehendaki kepentingan.

Puncaknya ketika hasil polling seluruh pegawai Poliwangi berbalik dengan hasil penyaringan bakal calon direktur yang ditetapkan oleh Senat.

Diketahui pada tanggal 5 Juli 2021 Ketua panitia melakukan sosialisasi, pengumuman di web pildir.poliwangi.ac.id dan penyampaian surat penjaringan bakal calon dari internal dan eksternal Poliwangi.

Selanjutnya 8 september 2021 dilakukan penyaringan serta penetapan oleh rapat senat dengan hasil M Shaiful Amin, Hadi Supriyanto dan Alfin Hidayat.

Nama ini tertuang dalam berita acara rapat tertutup senat penyaringan calon direktur Politeknik Negeri Banyuwangi periode 2021-2025 dengan nomor 5699/PL36/TP.01.03/2021.

Plt Direktur Poliwangi M Fuad Al Haris yang juga kandidat direktur peraih poling nomor tiga mengaku pasrah keputusan yang diambil oleh senat meski namanya tidak tercantum lagi dalam tiga nama yang diajukan kepada Menristekdikti.

Sikap pasrah juga disampaikan peraih poling tinggi Kandidat Calon Direktur Poliwangi, DR Zaenal Arif.

Zaenal Arif merupakan Doktor Enginering saat ini juga masih menjabat ketua Forum direktur politeknik Negeri se-Indonesia ini, dalam kapasitas kandidat Calon direktur Poliwangi mengatakan dirinya berkewajiban mengikuti semua prosesnya dan sudah menyelesaikan tugas untuk untuk menyampaikan visi misi dan program kerja namun keputusan siapa-siapa yang akan diajukan keputusan ada di kewenangan senat.

Baca juga:  Pansus Dewan Bahas Perdana Perubahan Perda Perangkat Desa Usulan Eksekutif

“Kriteria penetapan oleh senat tentu senat yang lebih tahu dan saya tidak tahu bagaimana kriteria yang ditetapkan,” katanya dihubungi melalui telpon.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Poliwangi Banyuwangi, Abu Bakar menyampaikan keprihatinan atas proses dan mekanisme PILDIR (Pemilihan Direktur) yang diselenggarakan di Poliwangi dinilainya tidak sesuai presedur.

Menurutnya, idealnya Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi tahun 2021 yang mengacu kepada Permenristekdikti Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018 tentang perubahan Permenristekdikti Nomor
19 Tahun 2017, serta Peraturan Senat Politeknik Negeri Banyuwangi Nomor 01 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pemilihan Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi periode 2021-2025.

Namun menurutnya hal itu juga diimplementasikan dalam pelaksanaan harus dengan fair menjauhi sikap-sikap yang justru menciderai tujuan pokok keberlangsungan pendidikan (politeknik).

Untuk itu, pihaknya meminta agar Senat untuk meninjau ulang proses dan mekanisme PilDir.

“Panitia PilDir harus menjelaskan kenapa mekanisme hingga prosesnya, intinya dalam Pildir poliwangi terkesan ada main tidak transparan dalam prosesnya,”desaknya.(*top/kor/kin).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *