Tak Berkategori  

Inovasi penanganan dan pencegahan stunting dalam upaya menjaga penerus generasi emas di Banyuwangi

Rapat konvergensi penanganan dan pencegahan stuntinG

Inovasi penanganan dan pencegahan stunting dalam upaya menjaga penerus generasi emas di Banyuwangi.

Faktanews.co.id – Kabupaten Banyuwangi menggelar Rembug Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting 2021.
Kamis, 25 Maret 2021 di Aula Minakjinggo Pemkab Banyuwangi
Acara ini selenggarakan guna menindaklanjuti rapat sebelumnya tentang penanganan dan pencegahan stunting di Kabupaten Banyuwangi tahun 2021. Digelar secara online untuk kecamatan & desa/kelurahan yang menjadi lokasi khusus pencegahan dan penanganan stunting dan offline untuk OPD (Dinas/intansi pemerintah) berjumlah 21 instansi.

Inovasi penanganan dan pencegahan stunting dalam upaya menjaga penerus generasi emas di Banyuwangi

Rembug konvergensi dan pencegahan stunting di buka oleh asisten pemerintahan yaitu Drs. Sih Wahyudi, MM menyampaikan bahwa inovasi stunting merupakan salah satu program nasional. Untuk kegiatan stunting ini ada monitoring evaluasi, penetapan sasaran di desa/kelurahan. Seluruh kecamatan dan SKPD terakit harus berkesinambungan dalam menjalankan program tersebut.

Selanjutnya pemaparan materi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab Banyuwangi Dr. H. Widji Lestariono, MMKes. beliau menyampaikan tentang pedoman upaya penurunan stunting, percepatan stunting konvergensi yg dilakukan oleh banyak sektor, optimalisasi kegiatan posyandu serta pendaan yg dialokasikan dari dana desa. “Stunting merupakan indikator utama suatu daerah”. Imbuh dokter Rio.

Diskusi selanjutnya dipimpin oleh Khoirul Hidayat, S. STP (Bappeda) dan Mujito, SKM (Kabag Kes Mas Dinkes) dengan seluruh tamu undangan dari 21 instansi pemerintahan secara offline dan kecamatan, kelurahan/desa yg menjadi lokasi pencegahan dan penanganan stunting secara online. “Rembug stunting ini merupakan musyawarah tentang bagaimana cara mengatasi stunting, semua SKPD harus terlibat.” Tambah Mujito, SKM

Baca juga:  Toleransi Umat Katolik Jember Mendukung Ibadah Puasa Kaum Muslim Terus Berjalan

Untuk tahun 2021 target di Banyuwangi terjadi penurunan stunting sebanyak 2% dari jumlah yg ada yakni 24%.

Harapannya di Banyuwangi terjadi penurunan stunting sebanyak mungkin, karena penerus generasi di Banyuwangi harus terus terjaga. Gejala stunting bukan hanya tentang gizi balita tetapi juga pola asuh dan treatment yg dilakukan oleh calon ibu bukan hanya ibu yg sedang hamil tetapi juga ibu yg sedang menyusui sehingga 1000 hari pertama kehidupan balita ini mendapatkan perawatan yang bagus juga tumbuh kembang yang baik dan normal.

Sementara itu Ketua Komunitas Gotong-royong’45, Aguk Wahyu Nuryadi biasa dipanggil Bung Aguk menuturkan bahwasannya issu stunting juga menjadi atensi pemerintah pusat yang berarti ini hal yang serius untuk menciptakan generasi emas 2045. “Untuk itu peran swasta lewat CSR maupun kampus lewat oengabdian masyarakat perlu bahu-membahu dengan pemerintah untuk mengatasi stunting, gizi buruk dan kecerdasan anak Indonesia!” tandas Bung Aguk kepada faktanews yang sedang menikmati sedapnya kopi tubruk dan  roti bluder di waroeng d’Lakon. (Bay/AWN)

 

Inovasi penanganan dan pencegahan stunting dalam upaya menjaga penerus generasi emas di Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *