Hati-Hati Gendam, Gelang dan Kalung Dua Nenek Polos Dibawa Lari Dua Pria Parlente

  • Bagikan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Sempat didatangi dua orang berpakaian parlente Dua Nenek kehilangan perhiasan emasnya.

Jaminem (74) dan Waginten (68) warga Dusun Krajan Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring, Banyuwangi tak menyadari ketika didatangi oknum yang mengaku-ngaku dari umat kristiani yang akan membagikan sembako di Desa dua nenek bertempat tinggal.

Kedua nenek tersebut mengaku langsung menitipkan perhiasannya kepada lelaki yang tak kenal tersebut.

Gelang dan cincin begitu saja ia berikan walau mereka sebenarnya tidak mengenal dua orang tersebut.

“Sepertinya kena Gendam mas,”kata warga tetangga desa yang mendengar informasi tersebut.

Informasi dilapangan menyebut, kasus  berawal kedua wanita polos itu mengaku didatangi saat kedua menjemur gabah (padi) dihalaman depan rumahnya kamis 6 Mei kemarin sekitar pukul 10.10 wib.

Kepala Desa Plampangrejo Yudi Wiyono mengaku mengetahui kejadian penipuan kepada warganya, karena salah satu nenek yang sudah melaporkan kepada suaminya tersebut melapor mendatangi kantor desa setempat.

“Ya warga kami mengadu dirinya baru saja tertipu. Satu korban datang ke desa ia bercerita tentang penipuan (menyerahkan perhiasan kalung dan gelang kepada orang yang tak kenal),” ungkapnya.

Menurut Kades Yudi, saat itu korban menjemur padi tiba – tiba ada dua orang naik motor berhenti tidak jauh darinya lalu satu mendatangi korban.

“Nanti ibu akan mendapatkan sembako yang jumlahnya cukup banyak.” Kata kades Yudi menirukan pengaduan warganya.

Baca juga:  Semangat Penyandang Disabilitas Banyuwangi, Belajar Meracik Kopi di Musim Pandemi Covid-19

”Ibu mau sembako..! jika mau perhiasan yang ada di tangan ibu kita simpan dulu, karena tim sosial nanti datang akan bertanya apakah ibu orang tidak mampu, makanya perhiasan kita simpan dulu nanti kita berikan lagi,”Kata kades Yudi menirukan pengaduan warganya.

Menurut Yudi warganya tersebut juga disuruh berpura – pura belum pernah mendapatkan sembako, jika nanti datang tim sosial datang.

Selanjutnya kedua lelaki itu pergi berboncengan sementara nenek yang polos itu disuruh menunggu.

“Sampai beberapa jam kemudian tidak satu pun tim sosial datang menemui nenek,”ungkapnya.

Diperkirakan perhiasan emas bernilai lebih 15 gram.

Kedua nenek tersebut menurutnya tidak melaporkan ke pihak berwajib.

Kedepan pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat agar berhati – hati jika menerima tamu atau ditemui orang yang belum dikenal.(*ni/kor/kin).

Penulis: KorespondenEditor: Makin SH
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *