Gubernur Khofifah Izinkan Santri Ponpes di Jatim Mudik Lebaran

  • Bagikan

Faktanews.co.id.– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi dispensasi khusus bagi para santri agar bisa mudik lebaran

Khofifah meminta agar pengasuh pesantren dan wali santri untuk tidak khawatir untuk mudik lebaran ke kampung halaman masing-masing.

“Jangan ada pengasuh pesantren yang kemudian khawatir, atau wali santri yang khawatir,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis (22/4) malam.

Menurutnya, para santri ini memang harus dipulangkan. Sebab, sudah tak ada lagi kegiatan di pesantren lantaran memasuki masa libur lebaran Idul fitri.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) ini menjamin santri-santri akan lolos dan diperkenankan lewat ke daerah asalnya, meski sejumlah wilayah di Jatim dilakukan penyekatan saat larangan mudik.

Ia pun menginstruksikan agar para pengasuh pesantren untuk memberikan surat pengantar untuk para santri, agar mereka bisa diperkenankan lewat dan lolos dari posko penyekatan.

“Kalau para santri ini pulang lalu jalan sudah disekat, berarti mereka butuh surat pengantar. Maka semua harus dikoordinasikan,” ujarnya.

Sementara itu menurut Regulasi dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Dijawa timur penyekatan di tujuh titik perbatasan.

Tujuh titik itu yakni, Tuban – Rembang, Bojonegoro – Cepu, Ngawi Mantingan – Sragen, Magetan – Karanganyar, Ponorogo – Wonogiri, Pacitan – Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang – Banyuwangi.

Baca juga:  Di Tengah Keterbatasan Sosialisasi, KPU Banyuwangi Target 77,5 % Partisipasi Masyarakat Pemilih

Pihaknya juga mendirikan pos pantau terpadu di 20 titik batas kota/kabupaten guna memeriksa pergerakan masyarakat yang mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang, yakni Sidoarjo – Pasuruan, Mojokerto – Sidoarjo, Pasuruan – Probolinggo, Probolinggo – Situbondo, Pasuruan – Malang, Malang – Lumajang, Situbondo – Banyuwangi.

Selanjutnya, Jember – Lumajang, Nganjuk – Jombang, Jombang – Mojokerto, Blitar -Kediri, Kediri – Malang, Bojonegoro – Tuban, Ngawi – Madiun, Madiun – Magetan, Madura sisi utara, Madura sisi selatan, Pintu masuk Tol Ngawi dan Pintu masuk Tol Probolinggo.(*ndu/kin).

Sumber : CNN Indonesia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *