Tak Berkategori  

Gerombolan Dept Collector Dikejar Polisi, Buntut Gagal Rampas Mobil Dikendarai Anggota TNI

Faktanews.co.id.– Gerombolan kaki tangan Leasing (Dept Collector) yang sempat berupaya merampas mobil yang dikendarai oleh Serda TNI Nurhadi dikabarkan dalam pengejaran polisi setempat.

Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta memastikan telah melakukan pengejaran terhadap ke-10 Dept Collector yang terlibat dalam upaya pidana perampasan tersebut.

“Tersangka para dept collector tersebut sedang kita lakukan pengejaran,”kata Wakapolres Metro Jakarta AKBP Nasriadi, S.H., S.I.K, M.H.  Nasriadi. Dilansir rri Sabtu (8/5/21).

Sementara itu Mobil Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK berwarna putih yang sempat Viral Dalam Video ketika akan dirampas preman jalanan Leasing (Dept Colector) dari Anggota TNI tersebut dikabarkan telah diamankan sementara.

Menurut Nasriadi, mobil tersebut merupakan mobil milik Nara warga Jl Jati II no.60 RT01/05 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Mobil telah diamankan di Polres sehingga para dept colector itu tidak jadi mengambil mobil nya,” jelas perwira lulusan Akpol 2000 ini.

Seperti diketahui, video viral mempertontonkan beberapa preman jalanan Dept Colektor mencegat kendaraan Honda mobilio putih.

Mereka mencoba menurunkan paksa pengemudi serda Nurhadi yang kebetulan sedang bersama keluarga dan  beberapa orangnya didalam mobil.

“Saya TNI Pak saya tidak mau urusan ini (mobil) saya mau kerumah sakit,”kata Nurhadi kukuh bertahan didalam mobil.

Sementara Gerombolan preman kaki tangan perusahaan finance (Leasing) dengan segala upaya tenaga maupun kata kalimat gertakan tetap berupaya merampas mobil tersebut.

Baca juga:  Main-Main Sabu, Sempat Sembunyi Diatas Rumah Tapi Berhasil Ditangkap

Dalam menjalankan aksinya preman jalan musuh masyarakat ini, menggunakan beberapa motor untuk mengejar dan mencegat target sasaran.

Nampak kendaraan mereka digunakan berhenti di depan mobil sasaran rampasan untuk menghadang sementara kendaraan motor mereka lain dibelakang agar mobil sasaran target mereka tidak bisa berjalan kedepan maupun kebelakang.(rri/fak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *