Tak Berkategori  

Gempa Jatim, Kementerian PUPR Suplai Air Bersih Siap Minum

Faktanews.co.id.-(Jakarta)– “Kami sangat concern dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kita juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian,” Kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip Selasa, (13/4/21).

Ini disampaikan Basuki terkait langkah yang diambil terkait penanganan darurat bencana gempa bumi, yang mengguncang sejumlah kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

Basuki menjelaskan, upaya tanggap darurat untuk mempercepat penanganan di lapangan dilakukan dengan mengerahkan sumber daya dan personel di balai-balai Kementerian PUPR yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) telah berkoordinasi dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota/Kabupaten terdampak serta Pemerintah Daerah. Untuk penyediaan logistik dan penyediaan pos pengungsian bagi masyarakat terdampak.

Saat ini pihaknya telah dimobilisasi 1 unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 2.000 liter, 5 unit Hidran Umum (HU) kapasitas 1.000 liter, dan 5 unit HU kapasitas 2.000 liter.

Selanjutnya, hasil monitoring dan evaluasi di lapangan terdapat kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) yang harus segera disalurkan berupa 5 unit HU kapasitas 1.000 liter dan 5 unit HU kapasitas 2.000 liter serta tenda darurat ukuran 4X6 sebanyak 2 unit.

Baca juga:  Khofifah Harap Kepala Daerah Yang Baru Siapkan Produk Lokal dan Potensi Wisata Pulihkan Ekonomi

“Rencana distribusi sarpras sementara disalurkan di Kabupaten Malang. tepatnya di Kecamatan Ampelgading sebanyak 2 unit Hidran Umum dan Kecamatan Dampit 2 unit Hidran Umum,” jelas Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim M. Reva Sastrodiningrat.

Langkah-langkah tanggap darurat juga dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Timur-Bali dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) IV. Dengan menyisir wilayah kabupaten/kota sebagai upaya inventarisasi dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi.

Seperti diketahui, Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 SR terjadi di laut sekitar 90 km barat daya dari Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) lalu.

Gempa bumi di lepas pantai selatan Kabupaten Malang menyebabkan hampir seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Timur terdampak. Wilayah terdampak paling parah, yakni di Kabupaten Malang, Pasuruan, Trenggalek, Blitar, Probolinggo, Jember, Kota Batu dan Kota Malang.

Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, gempa bumi juga merusak sejumlah fasilitas kesehatan, rumah peribadatan, kantor pemerintahan, rumah susun, dan perumahan warga.

Hasil pemeriksaan kondisi infrastruktur jalan dan jembatan tidak terdapat kerusakan pada ruas jalan nasional. Seperti ruas Turen – Kepanjen – Blitar – Tulungagung. Kemudian juga ruas Sendang Biru – Balekambang (JLS – Non Status) – Kedungsalam – Batas Blitar/Malang – Simpang 5 Purwodadi, dilaporkan tidak terdapat kerusakan dan arus lalu lintas lancar.(*kor/ndu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *