Dugaan Korupsi Rantang Kasih Pesanggaran Menunggu Hasil Audit Inspektorat

  • Bagikan

FaktaNews.-(Banyuwangi)– Kasus dugaan korupsi program Rantang Kasih yang melibatkan nama Camat Pesanggaran, Banyuwangi, Sugiyo Darmawan, memasuki babak baru.

Proses klarifikasi dan pengumpulan data oleh penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi, telah selesai selanjutnya dilimpahkan ke Inspektorat untuk dilakukan audit 

“Saya berharap Inspektorat bisa bekerja secara profesional. Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberantasan korupsi,” ucap Subur Rianto, Jumat (19/11/21).

Untuk diketahui, Subur Rianto adalah pelapor kasus dugaan korupsi Camat Sugiyo Darmawan. Dia adalah warga Dusun Krajan, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran.

Dalam proses klarifikasi dan pengumpulan data, penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi, telah memanggil para pihak terkait, Subur Rianto selaku pelapor. Plt Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Cahyanto.

Selain penyidik juga minta keterangan Asma’i dari Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi, Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan, beserta 2 orang staf, Sujono dan Wardoyo.

Ada juga nama Rachmat Taufik Hidayat, Galuh Qomari dan Suprapti juga masuk dalam daftar penerima undangan klarifikasi penyidik Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Selain nama itu, Hadisah, oknum yang disebut-sebut sebagai pemilik CV rekanan Kecamatan Pesanggaran dalam pelaksanaan Program Rantang Kasih. Ikut dipanggil pula 2 orang juru masak, Nurul Sholihah dan Feni Yunita ikut dalam daftar nama yang diminta keterangan.

Ada pula nama Paeno, supir ambulance CSR PT BSI. 14 orang manula penerima Program Rantang Kasih di Kecamatan Pesanggaran. Dan 20 orang penerima honor rumah isolasi mandiri Kecamatan Pesanggaran.

Informasi yang berkembang, dalam pemeriksaan kepolisian, didapati dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Program Rantang Kasih di Kecamatan Pesanggaran.

Para manula miskin yang seharusnya mendapat jatah menu kuliner malah diberi bahan sembako mentah.

Nilainya hanya Rp 8.500 per sekali makan, sementara anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Banyuwangi, adalah Rp 15.000 per sekali makan.

Korupsi juga diduga terjadi untuk rumah isolasi mandiri berada di rumah dinas Camat Pesanggaran, letaknya dibelakang Kantor Camat Pesanggaran. Kasur spon yang digunakan itu dari Desa Sumberagung, Pesanggaran dan lainnya, namun kasur spon dianggarkan.

Baca juga:  Menyimak Jawaban Bupati Atas PU Fraksi-Fraksi Terkait Rancangan Perubahan APBD Tahun 2020

Item korupsi diduga dalam pengelolaan ambulans CSR PT BSI,  setiap kali digunakan oleh masyarakat, terdapat bantuan operasional sekitar Rp200 ribu. Diperkirakan dalam sebulan anggaran operasional mencapai Rp5 juta.

Diketahui, kasus ini bermula dari laporan dilayangkan pada 8 September 2021 warga pesanggaran Subur sementara pihak yang dilaporkan camat pesanggaran.

“Kita lihat saja kepekaan sosial dan kepekaan regulasi petugas Inspektorat Banyuwangi, yang bertugas melakukan audit,” ungkapnya.

Sejauh ini belum ada klarifikasi Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan, masyarakat berharap kehadiran pemerintah.

Dalam kasus Rantang Kasih, Komisi I DPRD Banyuwangi telah melakukan sidak pada Selasa 26 Oktober /2021.

Dalam sidak ditemukan, soal anggaran rantang kasih, sempat ditemukan ada warga yang usul minta dalam bentuk uang namun senilai anggaran yang diberikan sesuai jumlahnya dari pemerintah.

“Kami datang kesana, kita temukan ada yang usul minta mentahan, kita beberapa hari lalu sidak kesana (Kecamatan Pesanggaran), sebenarnya semua pihak dari masyarakat dan pihak cukup duduk bersama untuk melihat secara utuh program rantang kasih, biar semua clear,”jelas Irianto, (10/11/21) Kepada FaktaNews.(*jun/guk/kin).

Penulis: KorespondenEditor: Makin SH
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *