DPU CKPP Banyuwangi Maksimalkan Layanan dan Pengolahan Lumpur Tinja Secara Terpusat

FaktaNews.(Banyuwangi)– “Pelan-pelan. Kita sudah menyusun konsep pengolahan akan melibatkan semua pihak, termasuk mengajak pihak swasta untuk diajak kolaborasi”.

Ini disampaikan Plt.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto ST, melalui Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Permukiman Edi Purnomo ST MM terkait upaya memaksimalkan Pengolahan Lumpur Tinja Secara Terpusat (IPLT) Banyuwangi.

Edi menerangkan, pasca peralihan pengelolaan IPLT dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) awal Bulan April 2022 lalu, DPUCKPP Banyuwangi membuat terobosan-terobosan memaksimalkan Pengolahan Lumpur Tinja Secara Terpusat.

Pengolahan tinja sedianya memang harus dimiliki setiap daerah dan IPLT di Banyuwangi sudah berdiri sejak lama namun hal itu secara bertahap terus dimaksimalkan guna mewujudkan fungsinya dalam mewadahi limbah Tinja.

Edi menyebut dalam upaya tersebut pihaknya juga telah membuka layanan jasa sedot wc yang secara kontinyu akan melayani masyarakat.

“Untuk layanan sedot Tinja masyarakat bisa menghubungi petugas yang telah ditunjuk Abd Rois dengan no seluler 085236717499,” terang edi.

Layanan itu kata Edi, didukung dengan armada yang selalu siap tidak saja melayani sedot limbah tinja masyarakat rumah tangga.

Namun layanan IPLT juga disiapkan bisa melakukan sedot WC di tempat-tempat umum seperti peribadatan, hotel, rumah makan, SPBU dan tempat publik lainnya seperti kantor pemerintah maupun lembaga lainnya.

Pengoptimalan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pembenahan dan perbaikan pasca peralihan, saat ini dikerjakan di pusat IPLT yang berlokasi di Lingkungan Kramat, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi.

Baca juga:  Pembangunan Jalan Juga Harus Diimbangi Peran Serta Desa atau Kecamatan Ikut Merawat

Ditempat itu dilakukan Pembenahan dan perbaikan dari sisi sarana prasarana, termasuk pengolahan limbahnya.

“Perbaikan IPLT baik dari sisi sarana prasarana, termasuk pengolahan limbah akan di konsep sebaik mungkin, karena ini menjadi salah satu tupoksi baru dpuckpp,” ungkap Edi Purnomo,(01/7/22).

“Kita siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan sedot WC. kami dan tim siap melayani bila ada masyarakat membutuhkan sedot WC,”terangnya.

Lebih jauh edi menyampaikan, dalam upaya mencukupi optimalnya sarana layanan, perbaikan sarana prasarana maupupun penambahan keperluannya bersandar kepada dana pemerintah.

Namun demikian, bukan hal tidak mungkin bila pihak lain atau swasta juga mengambil peran untuk kolaborasi pengelohan Tinja.

“Rencana usulan pembangunan IPLT kepada APBN,untuk pengolahan kita bisa melibatkan dengan swasta,” kata edi.

Apresiasi Camat

Sementara itu, Camat Banyuwangi Drs. Danisworo mengatakan, keberadaan IPLT yang kini sedang di optimalkan merupakan langkah konkrit yang harus diapresiasi.

Menurut Danis keberadaan IPLT hingga layanan Sedot WC sangat berguna bagi keperluan masyarakat.

“Saya selaku Camat harus akui IPLT sangat diperlukan masyarakat, sedot WC misalnya bagi masyarakat tak perlu lagi kuatir sanitasi nya full (penuh), kan tinggal telepon layanan disedot setelahnya bisa digunakan,” terang Danis.

Dengan adanya sedot wc juga akan menghilangkan kebiasaan warga masyarakat yang diantaranya buang (BAB) disungai.

“Dengan begitu kita bisa lebih cepat membudayakan kebiasaan hidup bersih dan sehat lingkungan,” katanya.(*yon/kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.