Dijanjikan Uang Bensin, Sopir Tertangkap Ambil Barang Paketan Berisi Narkoba

  • Bagikan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Dari 55 tersangka yang tertangkap Satnarkoba Polresta Banyuwangi Salah satu tersangka F merupakan Supir apes yang diminta seseorang untuk mengambil kiriman paketan.

Pengakuan F salah satu tersangka yang terjaring dalam ‘Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020’, sejak 24 Agustus sampai dengan 4 September 2020 itu, dia disuruh seseorang untuk mengambil barang paketan dengan dijanjikan akan sekedar mendapat uang bensin.

“Saya tidak tahu akan di beri uang  berapa, karena saya belum dikasih. Saya hanya dijanjikan uang bensin saja,” Kata F dengan polos.

Hanya tergiur janji dapat upah setelah mengambil pesanan, F apes tertangkap terlebih dulu oleh aparat kepolisian lantaran yang dia ambil dari pengiriman itu paket Sabu seberat 4 gram.

“Saya baru pertama kali ini disuruh oleh seseorang. Barang itu kurang lebih sekitar 4 gram,” kata F dalam konfrensi pers dihalaman Mapolresta Banyuwangi,Selasa (8/9/20).

Sementara itu,  dalam ‘Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2020’, sejak 24 Agustus sampai dengan 4 September 2020, Polresta Banyuwangi mengungkap 50 kasus Narkoba, mengamankan  44 paket Sabu seberat 25.81 gram dari tangan para pelaku. dengan 55 pelaku tersangka.

“Hasil dari operasi, Satuan Narkoba Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 50 kasus dan mengamankan 55 orang tersangka,” beber Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro,(8/9/20).

Dari 50 kasus itu terdiri dari 9 kasus Sabu-Sabu dan 41 kasus peredaran obat daftar G. Jumlah tersangka sebanyak 55 orang, terdiri dari 51 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

Baca juga:  Preman Terminal Bungurasih Teriaki Maling Dan Keroyok Anggota TNI AL Hingga Banyak Luka

“Dari sejumlah barang bukti yang berhasil disita antara lain 44 paket Sabu seberat 25,81 gram, 22.770 butir Trilhexypenidyl, 5 buah Timbangan Elektrik, 40 unit Handphone berbagai merk, 8 unit Sepeda Motor berbagai merk, 3 bendel plastik klip, 3 buah bong, 2 pipet kaca, serta uang tunai sebanyak Rp. 8 juta lebih,” Terang Kusumo dalam Releasenya.

Menurut Kusumo, Polresta Banyuwangi berkomitmen memerangi Penyalahgunaan Narkoba. Dan tidak akan memberikan toleransi maupun kompromi sedikitpun terhadap peredaran barang haram tersebut.

“Ini wujud komitmen kita, bahwa kita tidak akan ada kompromi terhadap Penyalahgunaan Narkoba. Ini juga wujud komitmen kami kepada masyarakat. Meski operasi berakhir, kami akan tancap gas terus memerangi Narkoba,” Terangnya.(pre/kin).

  • Bagikan