Demo Serentak Mahasiswa Lanjutkan Sikap Tolak Jabatan Perpanjangan Presiden, Minyak Goreng, BBM Naik dan Ibu Kota Baru

FaktaNews.– Sepertinya Puasa bukan penghalang mahasiswa meneriakkan 10 tuntutan yang dirasakan masyarakat, mereka akan menggelar aksi lanjutan serentak di berbagai daerah pada senen tanggal 11 April 2022.

Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal mengatakan aksi ditanggal 11 April merupakan lanjutan dari yang aksi sebelumnya yang pernah digelar pada 28 Maret sebelumnya.

Luthfi menyebut pada aksi sebelumnya BEM SI telah mengultimatum Presiden Jokowi melalui Kantor Staf Presiden (KSP) untuk mengambil sikap atas poin-poin tuntutannya dalam waktu 14 hari
namun hingga saat ini belum ada respons dari pihak Istana.

“Aksi ini lanjutan dari sebelumnya. Sebelumnya kami mengultimatum 6 tuntutan harus sudah dijawab oleh Presiden Jokowi dalam waktu 14 hari. Tapi belum ada respon dari pihak Istana (Presiden Jokowi),” kata Luthfi.

Beberapa poin tuntutan yang akan disampaikan mahasiswa pada demo nanti, di antaranya menstabilkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya Pertamax.

Kemudian, menuntut pemerintah membuat kebijakan harga bahan pokok di pasaran bisa lebih terjangkau.

Sementara itu, hal sama disampaikan Koordinator BEM SI, Kaharuddin.

 

Dia menjelaskan BEM SI juga mendesak Jokowi bersikap tegas atau memberi pernyataan sikap menolak penundaan pemilu atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.

BEM SI juga mendesak Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Baca juga:  MUI Ingatkan Pembahasan Perpanjangan Jabatan Presiden Ditengah Ekonomi Rakyat Terpuruk

Mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait juga merupakan bagian dari tuntutan aksinya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah mahasiswa diberbagai daerah meneriakkan 10 tuntutan yang dirasakan masyarakat.

Meski sebagian mereka berpuasa tidak membuat mereka berteriak di tengah jalan bergerak melakukan aksi.

Dimakasar, mereka yang terdiri Mahasiswa Makassar dari Universitas Hasanuddin ( Unhas ), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Alauddin Makassar ( UINAM ), Universitas Bosowa ( Unibos ), dan Universitas Muhammadiyah ( Unismuh ) turun jalan demo mulai siang hari, Jumat (8/4/22).

Mereka seperti tak haus dahaga di tengah terik matahari bulan Ramadhan demi melakukan aksi moral membawa aspirasi jeritan masyarakat dan situasi pemerintahan.

“Besok, kami akan turun dengan massa lebih besar lagi,” tegas Humas Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas, Khoirul Zaman.

Demo mahasiswa di Makassar ini hanya gambaran salah satu gerakan mahasiswa dibeberapa daerah lainnya sebelum mereka se-Indonesia bersama-sama turun melakukan aksi pada Senin, 11 April 2022.

Sementara itu gerakan mahasiswa yang melalukan aksi sebelumnya juga bertekad ikut aksi lanjutan pada Senen, 11 April 2022.

Mereka yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan berunjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada Senin (11/4/22) masih dalam tuntutan sama yang sama.

Tuntutan mereka seperti tolak perpanjangan jabatan presiden, tolak presiden 3 periode.

Baca juga:  Menteri Agama RI dan NU Hasilkan Sama Isbat Penentuan Awal Puasa 1 Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi

Selain itu mereka meminta pemerintah melakukan hal-hal terkait kenaikan harga Kebutuhan pokok, BBM dan persoalan minyak goreng.

Sebelumnya Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majalengka telah menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD dalam tuntutan yang sama, Kamis (7/4/22).

Dilansir media, Ketua BEM Universitas Majalengka (Unma), Muhammad Halimi, Sabtu (9/4/2022) mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi seperti mahasiswa di daerah lainnya pada pada senen, 11 April 2022.

“Insyaallah, dari mahasiswa Unma juga akan turun ke jalan,” terangnya.

Menurut Halimi, berbagai organisasi mahasiswa bakal ikut bergabung di dalamnya.

Ditempat lain dikabarkan, gerakan mahasiswa demo terjadi disemarang diwarnai sedikit kericuhan karena aksi memanas pada demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Walisongo jelang buka puasa di depan gedung gubernur Jawa Tengah pada Jum’at (8/4/22).

Aksi memanas ketika massa mahasiswa ingin masuk gedung gubernur Jawa Tengah.

Sememtara itu, Mahasiswa tergabung dalam Aliansi BEM Sukabumi (ABSI) juga akan melakukan aksi di sekitar kantor DPRD Kota Sukabumi Pada 11 April 2022 nanti.

Berjumlah sekitar mencapai seribu mahasiswa ABSI dan sebagian kelompok Cipayung Plus Sukabumi bertekad melakukan aksi dengan tuntutan yang sama dengan mahasiswa didaerah lain yaitu menolak jabatan Presiden tiga periode dan menolak amandemen undang-undang 1945 dan mahalnya minyak goreng, kenaikan BBM yang berdampak pada kelangkaan dan ibu kota baru IKN.(*kor/tim/da/kin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.