Cara Sederhana Mengobati Luka Infeksi yang Dapat Memicu Pembengkakan

  • Bagikan
Cara Sederhana Mengobati Luka Infeksi yang Dapat Memicu Pembengkakan
canva

Faktanews.co.id | Mengobati luka infeksi harus dilakukan dengan benar. Jika tidak, selain membuat luka mengeluarkan nanah juga akan menimbulkan rasa nyeri. Dan dalam kondisi tertentu, nyeri tersebut terasa menyiksa yang membuat penderita mengalami demam tinggi.

Itu karena infeksi dari daerah luka menyebar mengikuti saluran getah bening dan ditandai dengan munculnya garis kemerah-merahan di kulit. Saat infeksi telah mencapai aliran darah biasanya kita akan terserang demam. Gejala tersebut biasanya disebut dengan keracunan darah.

Pencegahan

Sebelum ke cara mengobati luka infeksi yang bengkak, dan sebelum luka tersebut terserang infeksi, langkah terbaik yakni dengan melakukan pencegahan agar luka tidak terinfeksi.

Untuk mencegah luka agar tidak infeksi yakni dengan membersihkan luka menggunakan air dan sabun sekitar 5–10 menit. Itu untuk menghilangkan kotoran dan bakteri. Lalu dilanjutkan merendam luka tersebut menggunakan air hangat sekitar 15 menit. Terakhir, oleskan salep antibiotik.

Usahakan dilakukan sesegera mungkin begitu tubuh mengalami luka. Karena semakin ditunda, maka manfaat membersihkan luka dan mengoleskan salep antibiotik tersebut semakin berkurang.

Luka yang sudah dibersihkan dan diolesi salep antibiotik juga diusahakan agar tidak terbuka atau digaruk, karena dapat berisiko terkontaminasi kuman akibat sentuhan dan garukan.

Cara Mengobati Luka Infeksi yang Bengkak

Apabila luka telah terlanjur terinfeksi dan mengalami pembengkakan karena terlambat atau keliru saat penanganan, maka berikut ini caranya.

Baca juga:  Selain Kurang Tidur, Ada Penyebab Lain Mengapa Terdapat Lingkaran Hitam di Sekitar Mata

Bersihkan area luka dan sekitarnya menggunakan cairan antiseptik, lalu tutup area yang luka tersebut menggunakan kassa steril.

Tidak dianjurkan menggunakan alkohol saat membersihkan luka. Walau mempunyai kemampuan sebagai disinfektan, namun penggunaannya untuk disinfeksi hanya dilakukan oleh dokter, perawat dan ahli medis.

Penggunaan alkohol juga dikhawatirkan dapat merusak sel-sel di sekitar luka. Itu akan mengganggu proses penyembuhan dan dapat menimbulkan resiko masuknya alkohol ke dalam aliran darah.

Perawatan sederhana tersebut dapat dilakukan secara rutin 3–4 kali sehari, dan usahakan luka selalu dalam kondisi bersih dan kering.

Hindari luka dengan bersentuhan dengan benda apapun yang berisiko mengandung kuman.

Tidak perlu merendam luka dengan air hangat untuk mengurangi pembengkakan, karena pembengkakan dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan hilangnya infeksi pada luka.

Justru perendaman harus dihindari jika luka dan infeksi berada pada tahap mengeluarkan nanah, karena kondisi basah dan lembab justru akan memperberat kondisi luka.

Dan saat luka mulai mengering, hindari kebiasaan mencabuti atau mengelus keropeng atau luka yang hampir kering. Kebiasaan tersebut dapat mengakibatkan infeksi kembali.

Setelah cara di atas sudah diterapkan, tinggal menunggu hasil dari pengobatan. Karena setiap orang memiliki waktu penyembuhan luka dan infeksi yang berbeda. Juga dapat tergantung dari ukuran dan dalamnya luka, lokasi luka, dan komplikasi infeksi serta penyakit yang menyertainya.

Baca juga:  Ibu Hamil Wajib Mengkonsumsi Buah Pisang, Kandungan Nutrisinya Begitu Berlimpah

Sebaliknya, jika perawatan tersebut tidak memberikan hasil, segera periksakan ke dokter. Karena tidak menutup kemungkinan dapat terjadi komplikasi infeksi atau faktor-faktor lain.

Dan luka yang terinfeksi sebaiknya segera dibawa ke dokter jika terasa sangat sakit. Misalnya penderita mengalami gejala demam yang tinggi diatas 38 derajat cerlcius, muncul garis merah di area luka, ataupun infeksi luka yang terjadi pada area wajah.

Dan itulah beberapa cara sederhana untuk mengobati luka infeksi dan bengkak yang baik dan benar.[FN039]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *