Cara Bijak Hadapi Quarter Life Crisis

Oleh Adinda Shofia

Faktanews.co.id | Tak sedikit kalangan milenial mengaku bahwa ia mengalami quarter life crisis. Sebenarnya quarter life crisis adalah suatu fase di mana seseorang memiliki kecemasan terhadap masa depannya. Kebanyakan takut jika tahun-tahun berikutnya berjalan tidak sesuai dengan harapan. Nah, fenomena ini sangat sering terjadi di kalangan milenial, yaitu kisaran umur 20-30 tahun. 

Quarter life crisis adalah sebuah periode ketika seseorang cemas, ragu, gelisah, dan bingung terhadap tujuan hidupnya. Tidak hanya tujuan, kondisi ini terjadi pula pada orang yang ragu pada masa depan dan kualitas hidup, seperti pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan.

Krisis yang mempertanyakan kualitas hidup dan identitas diri ini ternyata bisa berdampak buruk terhadap hidup. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja dan semangat hidup, sehingga seseorang tidak boleh berdiam diri dan harus segera bangkit dari keraguan. Misalnya, ketika mulai memasuki quarter life crisis, ada yang menarik diri dari pergaulan dan membatasi pertemanan.

Jika dikelola dengan baik, hidup bisa menjadi lebih produktif dan positif karena quarter life crisis. Berikut ada beberapa cara bijak saat menghadapi fase hidup yang satu ini. 

Kenali Diri Sendiri. Setiap orang harus mengetahui dirinya sendiri. Apa yang ingin diakukan untuk ke depannya, kelebihan serta kekurangan diri sendiri pun harus dipahami. Jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menjalani hidup. Hal ini dilakukan agar setiap orang bisa tahu apa tujuan hidup diri sendiri.

Baca juga:  Kenali 3 Perkara yang Bikin Pasangan Selingkuh

Jangan Memendan Masalah. Jika kita memiliki keraguan dan masalah, cobalah untuk membagikan atau menceritakannya kepada orang lain. Bisa saja orang yang mendengarkan masalah tersebut memiliki jalan keluar dan membuat kita tidak berdiam diri di satu tempat saja. Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial,  sudah menjadi hal wajar jika sesekali membutuhkan pertolongan orang lain.

Berhenti Membandingkan. Salah satu yang mencirikan quarter life crisis adalah senang membandingkan diri dengan orang lain. Tentu saja Anda tahu betul bahwa hal itu tidak akan ada habisnya. Fokus terhadap diri sendiri untuk berkembang adalah langkah yang baik untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Buat Rencana Hidup. Tidak perlu terlalu jauh, cukup 5 tahun ke depan Anda ingin berada di mana dan sudah mencapai apa saja adalah rencana yang perlu Anda buat. Selain itu, pikirkan dengan matang bagaimana caranya meraih mimpi dalam 5 tahun tersebut.

Selain itu, quarter life crisis juga bisa dihadapi dengan membuat perencanaan finansial dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini bertujuan agar memiliki tabungan untuk masa depan dan menata kehidupan lebih baik. Quarter life crisis adalah sebuah fenomena yang sangat biasa terjadi pada kaum milenial. Berbagai penyebabnya ternyata berasal dari diri dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap yang positif dalam menghadapinya.[FN]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.