Tak Berkategori  

Bupati Jamin Kegiatan Masyarakat Tidak Dibubarkan Aparat Dengan Alasan Covid

Warga Yang Meninggal Dinyatakan Covid Karena Penyakit Penyerta

FaktaNews.-(Jateng)– Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono menghimbau warga agar tidak takut dengan ancaman kegiatan masyarakat dibubarkan oleh aparat keamanan.

Budhi mempersilakan warganya yang hendak membuat kegiatan dengan mengumpulkan massa.

Budhi menjamin dirinya akan siap untuk pasang badan warganya yang hendak membuat kegiatan dengan mengumpulkan massa sejauh mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Menurutnya, kegiatan masyarakat harus tetap berjalan meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Saya berpesan kepada masyarakat, Pak Bupati bertanggung jawab sepenuhnya untuk kegiatan pengajian, olahraga, kesenian, monggo jalan terus. Tapi jangan lupa, protokol kesehatan harus dilaksanakan, jangan sampai tidak,” ungkapnya, dalam Video dikonfirmasi redaksi Sabtu (19/6/21)

Lebih jauh dia menyarankan, bila ada oknum aparat yang berniat untuk membubarkan kegiatan masyarakat agar difoto dan dilaporkan.

“Pak Kades bisa melaporkan kepada Pak Camat kalau ada oknum yang menakut-nakuti, tolong difoto laporkan Pak Camat nanti dilaporkan Pak Bupati. Saya akan menindak tegas, jangan takut sama siapa pun, yang penting prokes dipakai,” tegasnya.

Budhi meminta agar masyarakat tidak ditakut-takuti ketika hendak melakukan kegiatan.

“Semua orang ditakut-takuti, tidak boleh keluar rumah. Hajatan tidak boleh, olahraga tidak boleh, yang boleh apa,” kata Budhi.

Budhi menganalogi Covid dengan kreasi seni yang semuanya di namakan Musik, seperti gendingan (nyanyian) musik, dangdut, musik keroncong, musik gamelan, musik rock juga namanya musik, langgam jawa juga dinamakan musik, lagu host juga dinamakan musik.

Baca juga:  Harlah Ke-59, Lesbumi Jember Gelar Pangkalan Budaya

“Ya pada Bae (ya sama saja), pilek ya Coved Menurut keyakinan pak bupati, seng jenenge penyakit Covid niku, pilek Covid, Batuk Covid, tekanan gula darah Covid, bludrek (emosian) ya Covid, kabeh dadi siji arane Coved,”kata Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono mendapat tepuk riuh masyarakat setempat.

Pernyataan Budhi Sarwono tampaknya mengklarifikasi pernyataan aparat kepolisian yang membubarkan kegiatan masyarakat pentas kuda lumping di Desa Limbangan, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, (12/6/21) lalu.

Saat itu, dalam pernyataan aparat kepolisian dari Polres Banjarnegara (dalam video) menyebut ada kenaikan kasus Covid-19 sebesar 150 persen.

Kata Budhi, Jumlah angka kematian yang disebut kepolisian setempat mencapai 192 orang merupakan hitungan selama 15 bulan, dari Maret 2020 hingga Juni 2021.

Pun kata Budhi Mereka yang meninggal dunia kebanyakan karena mengalami komorbid atau penyakit penyerta seperti jantung, gagal ginjal dan lainnya.

Bupati Budhi Sarwono menegaskan,  rata-rata kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Banjarnegara meninggal dunia saat ini diketahui tidak lebih dari satu persen dalam sebulan.

“Dari jumlah penduduk Kabupaten Banjarnegara yang ada 1.050.000, jadi kalau dihitung persentase rata-rata selama satu bulan yang meninggal ada 13 orang, itu berarti cuma 0,001 persen,” tegasnya.(vid/kor/fak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *