Berkunjung ke Jejak Kolonial yang Kini Jadi Lori Wisata Kalibaru-Garahan

FAKTANEWS.CO.ID | Pada akhir Maret 2016 lalu, PT Kereta Api Daerah Operasi Jember resmi meluncurkan Lori wisata dengan rute Kalibaru-Garahan. Rute tersebut berjarak kurang lebih 18 kilometer.

Rute tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama yakni mulai beroperasi pada tahun 1995. Namun tidak pernah diperkenalkan secara resmi. Dengan semakin berkembangnya pariwisata di Banyuwangi akan semakin membuat sektor wisata di Banyuwangi semakin beragam.

Wisata yang kerap diidentikkan dengan pantai dan gunung kini di Banyuwangi ada ada beragam wisata lain seperti wisata perkebunan maupun Lori wisata ini. Kehadiran lari wisata ini juga turut melengkapi pengembangan destinasi yang ada di wilayah barat Banyuwangi.

Menaiki Lori wisata Kalibaru-Garahan patut masuk ke daftar perjalanan kamu. Itu karena begitu banyak hal yang menarik dan ditawarkan yang akan membuat nuansa wisata kami berbeda dari konsep wisata lainnya. Pariwisata kalibaru ini menawarkan pengalaman berwisata yang baru.

Dengan berwisata ke Lori wisata Kalibaru akan membuat kamu menikmati nuansa ke edukasi serta wisata sejarah yang dapat kamu dapatkan sekaligus. Dimanjakan oleh panorama alam yang berada di sepanjang perjalanan. Kamu juga akan dikenalkan dengan perkebunan kopi dan coklat yang telah ada sejak peninggalan kolonial.

Dalam perjalanan kamu akan melewati dua buah terowongan yang merupakan jalur utama kereta api Jember-Banyuwangi. 2 buah ruangan tersebut yakni terowongan mrawan dan terowongan garahan.

Baca juga:  Kadiskes : Ada Dua Cara Hindari Potensi Lonjakan Kasus Covid

Terowongan mrawan memiliki panjang 690 meter dan ruangan ini menjadi terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Sedangkan terowongan garahan panjang sekitar 113 meter. Uniknya kedua terowongan tersebut dibangun pada pemerintahan kolonial Belanda awal abad 19.

Ketika kamu baru keluar dari terowongan mrawan maka masinis lari akan berhenti sejenak guna memberi kamu kesempatan berfoto di depan terowongan. Selain menggunakan Lori wisata, terowongan mrawan ini juga dapat kamu akses melalui wisata di rest area gumitir.

Trip tersebut berakhir di stasiun garahan. Sembari menunggu kembali ke stasiun Kalibaru kamu dapat menyaksikan petugas KAI membagikan lari ke arah stasiun kalibaru. Kamu juga dapat menikmati perjalanan dengan mencicipi nasi pecel khas garahan yang disajikan dalam daun pisang yang bernama pecel pincuk garahan.

Biasanya dari wisata tersebut beroperasi akhir pekan Sabtu dan Minggu. Namun kamu juga tetap bisa menikmati trip perjalanan tersebut pada hari kerja. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menikmati lori wisata Kalibaru-Garahan. [FN96]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.