Berkas P21, Polres Sergai Belum Serahkan Tersangka Pelaku Aniaya Aktivis Anti Korupsi ke Jaksa

  • Bagikan

FaktaNews.-(Medan)– Perkara pemukulan aktivis anti korupsi Fachrur Razi alias Rozy Albanjari di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, dinilai belum menemukan titik terang.

Ini menyusul perkaranya sudah P21 di Kejari Sergai, namun Polres Sergai juga belum melimpahkan berkas dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU).

Selain itu Perkara yang sudah memasuk 5 bulan namun tersangka Fadly Tarigan pemukulan belum juga ditahan.

Korban Fachrur Razi alias Rozy Albanjari yang merupakan aktivis anti korupsi ini, kejadian yang dialami saat itu terkait dirinya tengah fokus menyoroti dugaan korupsi dana desa yang terjadi di Kabupaten pemekaran dari Deliserdang.

Hendro Surya Dermawan SH, kuasa hukum Rozy Albanjari dari Posbakumdin Sergai meminta agar penyidik Polres Sergai segera melimpahkan berkas dan tersangka ke JPU.

“Kami selaku kuasa hukum dari korban, Fachrur razi alias Rozy Albanjari, meminta kepada penyidik Polres Serdang Bedagai untuk segera menyerahkan tersangka Fadly Tarigan kepada pihak Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai, agar penegakan supremasi hukum yang berkeadilan bisa berjalan dengan bernar,” ungkap Hendro Surya Dermawan, SH dalam keterang pers kepada wartawan, Jumat 23 Juli 2021.

Hendro juga menyayangkan penyidik Polres Sergai tidak melakukan penahanan terhadap tersangka Ahmad Fadly.

“Hingga hari ini, tersangka masih bebas berkeliaran, seolah-olah dia (tersangka) kebal hukum. Ini sangat kita sayangkan terjadi,” kata Hendro.

Baca juga:  DPW-PRIMA Harapkan KPK Terbuka Soal Penyelidikan Korupsi di Aceh

Menurut Bulan April 2021 lalu, berkas atas nama tersangka Fadly Tarigan diketahui sudah P21 di Kejari Sergai. Artinya sudah lebih dari 3 bulan berkas perkara pemukulan
penggiat anti korupsi Fachrur Razi alias Rozy Albanjari tidak berproses.

Rozy Albanjari pun mempertanyakan kinerja penyidik Polres Sergai yang tidak menyerahkan tersangka Fadly Tarigan ke JPU. “Ada apa sebenarnya ini?” katanya.

“Bukankah setiap orang di republik ini, sama kedudukannya di mata hukum? Jangan menimbulkan hal yang multitafsir lah, saya bersama tim kuasa hukum sudah kooperatif, kenapa bgini?” seru Rozy.

Diketahui, perkara dengan pasal 351 jo 170 KUHP Pidana yang terjadi pada 4 Februari 2021 sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah cafe yang berada di pinggir jalan protokol Kota Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai ini sempat menyedot perhatian publik.(Vi/kin).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *