5 Oknum TNI Ditahan, Mereka Diduga Terlibat Kasus Kerangkeng Manusia Di Rumah Bupati Langkat

FaktaNews.-(Jakarta)– Oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat mulai diproses hukum.

Ada lima oknum anggota TNI yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penyekapan ditahan di Instalasi Tahanan Militer Polisi Militer Kodam (Pomdam) I/Bukit Barisan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna sehubungan dengan beredarnya berita tentang penahanan terhadap lima orang oknum anggota TNI terkait dengan kasus kerangkeng manusia, Selasa (24/5/2022).

“Benar, telah dilakukan penahanan terhadap lima orang oknum anggota TNI yang telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka untuk pelimpahan berkas hasil penyidikan ke Oditurat Militer Medan,” terang Kadispenad.

Kadispenad menjelaskan, bahwa saat ini penyidik Pomdam I/Bukit Barisan masih terus bekerja memproses hukum kelima oknum anggota TNI tersebut. Siapapun nanti yang terbukti terlibat di dalam persoalan kerangkeng manusia tersebut, pasti akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kelima orang yang sudah dilimpahkan ke Oditurat Militer Medan masing-masing berinisial SG, AF, LS, S dan MP, ”ujar Brigjen Tatang.

Kadispenad menegaskan, bahwa Kasad tidak akan mentolerir setiap pelanggaran hukum yang melibatkan anggotanya.

Jika sampai terjadi anggota terlibat pelanggaran hukum, tetap akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Diketahui, pemilik kerangkeng manusia Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin sendiri telah berstatus tersangka kasus korupsi setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Baca juga:  Tewasnya 12 Warga Di Tambang Emas Ilegal Diproses Polisi

Masih dalam kaitan kerangkeng manusia di rumah Bupati langkat, dari hasil pemeriksaaan polisi diketahui, kerangkeng tersebut sudah ada sejak 2012.

Penghuni kerangkeng ini merupakan penampungan atau rehabilitasi pecandu narkoba dan pelaku kenakalan remaja, namun ilegal.

Kerangkeng ini berukuran 6×6 meter terbagi dua kamar dengan kapasitas kurang lebih 30 orang.

Antar sekat kamar dibatasi dengan jeruji besi seperti bangunan sel tahanan.

Dari keterangan saksi penjaga bangunan, para penghuni kerangkeng dirumah pribadi bupati langkat  tersebut dipekerjakan di pabrik kelapa sawit milik Bupati Langkat bernama Terbit Rencana Paranginangi tanpa dibayar namun diberi makan.

Kerangkeng milik pribadi menyerupai Sel tahanan berada di halaman belakang rumah pribadi Terbit Rencana Paranginangi.

Mereka dikerangkeng dengan maksud untuk membekali warga binaan keahlian yang berguna bagi mereka ketika keluar dari tempat binaan dan mereka tidak diberi upah seperti pekerja.

“Setelah ditelusuri bahwa bangunan tersebut dibuat sejak 2012 atas inisitatif Bupati serta belum terdaftar dan belum memiliki izin sebagaimana diatur dalam undang-undang,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/1/22).

Lokasi Kerangkeng ini dirumah Bupati Langkat Non Aktif, Terbit Rencana Paranginangi di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Terkuaknya Kerangkeng manusia ini ketika KPK melakukan OTT dan penggeledahan dilokasi tersebut dan  bupati langkat jadi tersangka kasus korupsi yang masih ditangani KPK.(*penad/vid/kor/kin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.