Yunus Siap Berikan Keterangan Kyai dan Tokoh NU Terima Dana IMN dan BSI

Yunus Siap Berikan Keterangan Kyai dan Tokoh NU Terima Dana IMN dan BSI

Faktanews.co.id- Tampaknya Ketua Forum Solidaritar Banyuwangi (FSB), M Yunus Wahyudi selain mengaku akan didampingi 20 pengacara, dua diantaranya, R.Bomba.Sugiharto SH.MH dan Eny Setiawati, memastikan sudah tanda tangan sebagai kuasa hukum.

Yunus menyiapkan diri didampingi pengacara untuk membuktikan ucapannya terkait adanya aliran dana kepada pengurus NU Banyuwangi bila sudah mendapat panggilan polisi.

Yunus yang juga mengaku pendekar pagar nusa itu menyebutkan, kebenaran nama tokoh atau kyai dalam Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, MA, termasuk penerima dana strategi bungkam untuk kelancaran aktivitas Perusahaan penambang emas tumpang pitu.

“Itu dapat mulai masa IMN (Indo Multi Niaga), sampai BSI,”kata Yunus.

Yunus meyakinkan apa yang dia lakukan justru untuk membuat NU kedepan lebih baik.

Untuk meyakinkan, Yunus juga menyebutkan salah satu pengakuan baru dari tokoh NU.

“baru kemarin, diantaranya ada yang mengaku kok ke saya, memang pernah dapat segini…untuk…untuk…,”jelasnya.

Lebih jauh, Yunus menyatakan apa yang dia ketahui nantinya akan disampaikan kepada penyidik.

“la ya mas, saya tidak ada asal omong to mas, ini contoh saja ya yang diterima ketua PN itu, mau dikasihkan, saya yang di ajak omong kok soal nilainya,” katanya kepada faktanews.co.id.

Seperti diketahui ditengah memanasnya pro-kontra menyusul penahananan dan proses hukum warga Budi Pego korlap demo warga Pesanggaran kontra tambang yang didalam terdapat logo Palu Arit, Aktivis vokal M.Yunus Wahyudi mengungkap dana-dana perusahaan tambang emas kepada tokoh NU, Aspamin, pejabat hukum lain saat itu masih dinas di Banyuwangi.

Dana itu menurut Yunus, mengakibatkan rentetan setiap peristiwa kejadian yang selalu menempatkan masyarakat setempat dimarginalkan.

Yunus juga menyebut tokoh NU lain yang menjadi penerima uang dari tambang emas di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran tersebut. NNA, Rogojampi.

Tak terima dengan tudingan terima dana maupun sebutan Kyai Perampok, NU sebagai lembaga maupun nama tokoh NU KH.Maskur Ali dan Nanang Nur Ahmadi tanggal 13 September 2017 melaporkan aktivis yang juga berdarah NU tersebut ke pihak Polres Banyuwangi dengan pasal mencemarkan nama baik sebagai mana dimaksud dalam pasal 310 KUHP jo pasal 27 UU ITE.

Sementara itu,Eny Setiawati salah satu kuasa hukum Yunus mengatakan, dirinya sangat memahami pendirian kuat kliennya.

Klien saya (Yunus Wahyudi) tentu saja punya bukti keterangan untuk itu,” jelas Eny, Sabtu pagi,(16/9).

Lebih jauh Eny berharap semua pihak menghormati Yunus sebagai pribadi keluarga NU.

“tapi yang terpenting pak Yunus tidak ada niat sama sekali menghina NU. dia (Yunus) kan keluarga Nadhiyin juga,” papar Eny.(*kin).

Komentar

comments

Tagged with