Yunus Sesalkan Penanganan Wanita Pingsan Dalam Aksi Tolak Tambang

Yunus Sesalkan Penanganan Wanita Pingsan Dalam Aksi Tolak Tambang

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Ketua Lsm Yunus Wahyudi merasa prihatin insiden pingsannya salah satu aktivis perempuan (Paini) dalam demonstrasi yang di lakukan oleh masa tolak tambang mewarnai acara pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana tsunami yang di wisata Pulau Merah Kemarin lusa.

“Sebenarnya ibu ibu itu adalah salah satu korban dari dampak tambang emas PT. BSI, mereka hanya ingin bertemu dengan Bupati dan ingin menyampaikan keluhanya terkait dampak yang mereka rasakan dan mereka khawatirkan akan terjadi dan menimpa warga sekitar tambang, jadi penangananya jangan terlalu over lah, lagian mereka kan demo damai, warga juga tidak bisa di salahkan, sekarang saja warga sudah diresahkan oleh dentuman bom tiap hari, belum lagi debu yang beterbangan sampai menganggu tanaman petani”ungkap Yunus, (7/2/2019).

Menurut Yunus, mestinya aparat tidak terlalu berlebiban karena mereka melakukan aksi dengan damai.

“Jangan over lah, lagian mereka kan demo damai, warga juga tidak bisa di salahkan, sekarang saja warga sudah diresahkan oleh dentuman bom tiap hari, belum lagi debu yang beterbangan sampai menganggu tanaman petani”kritik Yunus.

Seperti diketahui, dalam demonstrasi itu aktivis perempuan ini berkeinginan menemui Bupati Anas yang hadir simulasi penanggulangan bencana tsunami (sabtu 5 januari) yang di adakan oleh Pemda Banyuwangi di wisata Pulau Merah.

Lantaran dinilai menganggu wanita tersebut sempat di amankan oleh Polisi dan Sat Pol PP yang sedang bertugas mengamankan simulasi.

Namun wanita separuh baya tersebut berontak dan terus melawan sehingga akhirnya pingsan.

Menurut Yunus, mestinya aparat tidak terlalu berlebiban karena mereka melakukan aksi dengan damai.

“Jangan over lah, lagian mereka kan demo damai, warga juga tidak bisa di salahkan, sekarang saja warga sudah diresahkan oleh dentuman bom tiap hari, belum lagi debu yang beterbangan sampai menganggu tanaman petani”kritik Yunus.

Lebih jauh menurut Yunus, mengingat dampak dari penambangan digunung tumpang pitu kepada warga dimasa akan datang arusnya Bupati Anas tidak mengijinkan Tumpang pitu ini untuk di tambang.

Polemik terkait penambangan emas yang di lakukan oleh P.T BSI di area Gunung tumpang pitu Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran ini memang masih terus bergulir, masyarakat yang mengkhawatirkan dampak negatif tambang terus menyuarakan penolakan terhadap beroperasinya PT BSI.

“Kalau sudah terlanjur seperti ini melihat dampaknya seharusnya operasional penambangan di hentikan. Tukar gulingnya saja tidak jelas, saat ini KPK juga sedang mengusut pihak pihak yang terkait dengan tukar guling ini, semoga saja KPK tidak masuk angin” pungkas Yunus.(je/kin).

Komentar

comments

Tagged with