Warga Dua Desa Dapat Bantuan Program BST, Bila Penerima Meninggal Diganti Ahli Waris

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–  Warga di dua Desa di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur menerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian sosial (Kemensos) Senin (11/05/ 2020).

Difasilitasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Badean, bertempat bertempat juga dipendopo desa Badean, masing-masing warga Desa Badean dan Desa Sukojati yang tercatat dalam program BST menerima bantuan dana senilai Rp. 600 ribu per bulan selama tiga bulan melalui Pos Indonesia.

Kades Badean, Nursamsi mengatakan, bahwa pihak Pemdes hanya memfasilitasi dan sebagai penyedia tempat untuk pencairan bantuan tersebut.

“Kami dari Pemerintah Desa hanya memfasilitasi dan sebagai penyedia tempat bagi pencairan bantuan tersebut saja,” Katanya.

Nursamsi mengatakan, data penerima manfaat Kemensos datangnya dari pusat, bukan pihak desa yang mengajukan ke pusat.

“Pihak desa hanya menerima data dari Kemensos nama-nama penerima manfaat, lalu dicocokkan dengan Nomer Induk Kependudukan (NIK) dan KK yang di pegang oleh penerima manfaat bantuan Kemensos,”jelasnya.

Warga dari Desa Badean yang berhak menerima BST Kemensos sejumlah 122 KK, sementara warga Desa Sukojati sejumlah 52 KK.

Nursamsi tak menampik, terkait program BST ini terdapat warga mengeluh menyusul orang yang sudah meninggal masih tercatat penerima bantuan sementara banyak warga yang lebih membutuhkan, justru tidak mendapatkan bantuan sama sekali.

“Bagi penerima manfaat Kemensos, bila orangnya sudah meninggal, akan di berikan kepada ahli warisnya, dengan mencocokan nama tersebut dalam Kartu keluarga (KK), yang di tuangkan dalam berita acara dari pihak Desa, bahwa ahli waris tersebut adalah anak dari penerima manfaat yang meninggal,” Ungkap Nursamsi.

Salah satu petugas Pos Indonesia, Sumarsono mengatakan, sebanyak 122 warga Desa Badean yang menerima manfaat bantuan Kemensos.

“Ada 24 warga yang belum mengambil haknya, karena tidak hadir, sedang 52 warga Desa Sukojati hadir semuanya dan terealisasi dengan lancar,” Terangnya.

Dijelaskan, untuk masyarakat desa Badean sebanyak 24 warga yang belum cair.

“Karena tidak menghadiri undangan bantuan Kemensos dari pihak Pemdes, jadi bisa diambil di Kantor Pos selama tiga hari setelah pencairan di Desa,” pungkasnya. (met/kin).

Komentar

comments