Warga Bertanya, Di Pelabuhan Muncar Lumpur Diperjual Belikan

Warga Bertanya, Di Pelabuhan Muncar Lumpur Diperjual Belikan

Faktanews.co.id – (Banyuwangi)-
Lumpur dari pengerukan Pelabuhan Muncar diperjual belikan sebagai tanah uruk tidak dijelas siapa yang bertanggung jawab.

Tambar(50), warga Dusun Blambangan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar mengatakan, warga setempat harus membeli bila membutuhkan tanah limbah yang biasa mereka sebut endut tersebut. menunjukan lumpur yang dibelinya di depan rumah.

“Harga per truk beda beda mas ada yang 25 ribu ada yang 50 ribu, kalau punya saya ini yang 25 ribu per truk” terangnya seraya menunjukan lumpur didepan rumah yang dibelinya,(19/9).

Sementara itu adanya penjualan lumpur Pelabuhan Muncar tersebut,juga menimbulkan pertanyaan warga sekitar.

Sudomo Ansori (47), warga Desa Kedungrejo mempertanyakan kegiatan pengerukan tanah liat atau endut(limbah) yang sedang berjalan di Pelabuhan muncar. Masyarakat tidak tahu harus bertanya pada siapa tentang pendapatan yang di peroleh dari tanah liat tersebut.

“Lo kok endut dijual? dananya mengalir kepada siapa?, dan lagi harga 50 ribu per truk itu mahal,” ujarnya.

Lebih Jauh sudomo menambahkan bahwa beberapa warga resah akan kegiatan tersebut karena lalu lalang truk yang memuat tanah dampaknya kurang baik dirasakan oleh warga.

“Warga disini merasa resah karena kendaraan pengangkut tanah liat itu lalu lalang dan berdampak kurang baik, bahkan tidak ada kontribusi sama sekali pada warga,” Imbuhnya

Sudomo juga menyayangkan dan merasa kecewa karena adanya oknum yang bermain dibelakang layar untuk memperkaya diri sendiri yang mengambil untung dari penjualan lumpur itu kepada masyarakat sekitar.

“Jika harga 50 ribu per truk dan memuat 60 kali, maka 3 juta per harinya, Uang tersebut akan masuk ke kas daerah atau bagaimana dan pastinya ada oknum yang bermain main di pekerjaan itu,” resahnya.(ver/kin).

Komentar

comments