UU Pers Benteng Aman Wartawan Jalankan Tugas Profesi

UU Pers Benteng Aman Wartawan Jalankan Tugas Profesi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Seringnya permasalahan komunikasi  era modernisasi Digital sekarang berujung terhadap pelanggaran UU ITE, tidak harus membuat kuatir wartawan utamanya wartawan elektronik (Televisi, Radio, Online) saat menjalankan tugas Profesinya.

Hal ini disampaikan oleh Hayatul Makin SH. dalam acara sarasehan yang digagas oleh Bakesbangpol Banyuwangi bertajuk“Profesionalisme Wartawan Dalam Menangkal Berita Hoax dan Penegakan Hukum” di Hall Room (Aula) Hotel Hotel Ikhtiar Surya jalan Gajah Mada, Banyuwangi, Senen (20/5/2019).

”Hoax?, Tidak ada ruang kita untuk membuat berita Hoax, Undang– undang Pers Nomer 40 tahun 1999, merupakan kunci dan benteng kita sebagai jurnalis selama kita bertugas secara Kode Etik Wartawan,”Kata wartawan cukup senior yang kini menjadi Pimred Faktanews ini meyakinkan ratusan Wartawan peserta sarasehan.

Apalagi menurut Makin begitu nama akrabnya, bahwa UU Pers no 40 tahun 1999 termasuk Lex Special (Aturan khusus guna melindungi Profesi) dalam menjalan fungsi kebebasan hak berdemokrasi.

“Aturan ini terkadang kurang begitu dipahami sehingga adakalanya karena suka tidak suka terhadap karya jurnalistik, wartawan dipersoalkan secara hukum,tentu saja itu tidak bisa, karena dalam tugas kita dilindungi aturan khusus Lex Specialis,”paparnya.

Namun demikian kata Makin, terkadang persoalan wartawan di laporkan masyarakat justru karena di kompori oleh wartawan itu sendiri.

Dalam acara terkesan di buat ajang silataruhmi dan diskusi para wartawan kursi undangan nampak sesak diisi  personal berbagai organisasi seperti PWI, Forum Wartawan Mahkota, MPN, media cetak dan online beserta Kumpulan Radio Amatir Banyuwangi

Dalam acara ini Makin yang Pembina Forum Wartawan Majalah Koran Online Tabloid (Mahkota) Banyuwangi  menjadi Narasumber bersama Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro. SH. MH. dengan moderatori Dedy dari Radar Banyuwangi.

“Ini soal etika moral berprofesi, kan lucu orang dikipasi wartawan untuk melaporkan wartawan,”pungkasnya.

Sementara itu salah satu nara sumber lainnya Kasi intel Kejari Bagus Nur Jakfar Adi Saputro. SH. MH mengatakan, pihaknya berharap di Banyuwangi bisa menjadi contoh yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut Bagus, kita tidak bisa menilai sebuah informasi atau laporan sebagai kebenaran ataupun Hoax.

“Teman-teman saya yakin teman-teman (wartawan) menjalankan tugas dengan baik dan bisa memilah – milah informasi hoax dan bukan, teman – teman Profesioanal dan lebih kreatif dalam jurnalisme,” Pungkasnya.(sar*).

Komentar

comments

Tagged with