Ustazd Supriyanto Minta Maaf, Hp dan Sim Card Sudah Diserahkan Kepada Polisi

Ustazd Supriyanto Minta Maaf, Hp dan Sim Card Sudah Diserahkan Kepada Polisi

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Meski mengaku sudah minta maaf, Supriyanto seorang ustadz asal Desa Kalibaru Kulon Kecamatan Kalipuro di Banyuwangi, Jawa Timur, tetap menghormati proses hukum yang menempatkan dirinya masih menjadi saksi UU ITE pasal 14 ayat 2 terkait isi dalam ceramahnya.

“Setelah diperiksa kemarin, saya sampaikan perminta maaf mengenai masalah itu,”katanya kepada faktanews.co.id.(13/3/19).

Sebelumnya Ustadz Supriyanto ditetapkan sebagai saksi setelah enam jam diperiksa di Mapolres Banyuwangi selasa (12/3).

Bahkan sebelumnya pria berusia 56 tahun ini diklarifikasi polisi dan panwascam Kalibaru, Senin (11/3/2019) kemarin buntut videonya diduga direkam setelah salat Zuhur Sabtu (9/3) menjadi viral dimedsos karena menyebut pemerintah sedang menyiapkan UU untuk melegalkan perzinaan.

Ustadz Supriyanto, saat itu didepan beberapa anggota jemaah Masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Wetan meminta tausyiah dan doa sayangnya pada Isi tausyiah itu terdapat kalimat kampanye hitam tersebut.

Kalimat-kalimat itu tampaknya mereferensi dari video ceramah Ustaz Zulkarnain, kemudian dari orang PKS, Jazuli dan Hidayat Nur Wahid yang menyatakan, pemerintah sedang menggodok Undang-Undang Pelegalan Perzinaan.

Dalam video tersebut, Ustaz Tengku mengatakan, pemerintah Indonesia  mengusulkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dan menyebut pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi apabila RUU tersebut disahkan.

Sementara itu, polisi telah menyita sementara satu handpone dan satu Sim Card yang diserahkan dari Ust Supriyanto dan satu nama lainnya Suherlan.

“Saya minta maaf, saat itu waktu ceramah ada yang bertanya soal itu (aturan perzinaan) saya sampaikan begitu, dan saya minta maaf masyarakat, handpone merk Asus warna merah dan satu Sim Card kita serahkan untuk barang bukti, sekali lagi, Saya minta maaf,” kata Ustazd Supriyanto Kepada (13/3/19).(* kin)

Komentar

comments

Tagged with