Urus Sertifikat Reguler Dimasukkan Prona Di Sorot

Urus Sertifikat Reguler Dimasukkan Prona Di Sorot

Faktanews .co.id.-(Banyuwangi)- Situasi terus memanas terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam beberapa masalah di Desa Kedung Ringin, Kecamatan Muncar Banyuwangi.

Salah satunya dugaan korupsi program PTSL dilakukan oleh oknum staf Desa Kedungringin dan Pokmas.

Dalam program PRONA di Desa Kedungringin pokmas setempat diketuai Harsono, Sekertaris Bima sedangkan bendahara dijabat Muhroji. Sementara dalam program tersebut Tohari selaku koordinator lapangan.

Dalam program yang biasa disebut bantuan pemerintah sertifikat Prona dikabarkan sudah di laporkan salah satu Lsm di Kejari Banyuwangi bulan November 2017.

Dalam laporan itu dirincikan Program PRONA di Desa Kedungringin mendapatkan 1200 bidang. informasi berkembang tarikan dana (biaya) tiap pengurusannya 450 ribu.

Diantaranya warga yang sudah mendaftarkan sertifikat secara reguler melalui sekdes Kedungringin (Wahyudi) dalam proses justru di masukkan menjadi peserta Prona.

Salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya menjelaskan bahwa sudah ada penarikan biaya untuk Prona sebesar 450 ribu.

Informasi terkini, menyusul ramainya persoalan tersebut, sejumlah RT dan Kepala Dusun (Kadus) diperintah untuk mengambil kwitansi bukti pembayaran.

Kwitansi yang ditarik adalah bukti pembayaran biaya pengurusan sertifikat secara reguler yang sudah 3 tahun belum selesai.

Selanjutnya mereka oleh oknum Pejabat Pemerintah Desa diikutkan pada program PTSL (Prona) tahun 2017 ini.

” ada beberapa RT dan Kepala Dusun sedang keliling ambili kwitansi dari warga yang sudah bayar biaya sertifikat reguler, diminta bayar lagi untuk ikut PTSL, ” tutur Tokoh setempat Selasa, (21/11).

Tak mau kalah, ada pihak yang mendahului mengumpulkan puluhan kwitansi – kwitansi sebagai bukti. (ver/kin).

Komentar

comments

Tagged with