Untuk Indonesia Berkemajuan, Pendidikan Jangan Dibuat Bisnis dan Pungli

Mendiknas (Bertopi) Berbincang Dengan Pelajar Banyuwangi. (4/3).

Faktanews.co.id.- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendiknas) Prof Muhajir Effendi. S. Ag, saat ini Indonesia membutuhkan pelajar berkarakter, memiliki jiwa kritis yang berbudi pekerti yang luhur agar menciptkan Indonesia yang berkemajuan.

“saya sangat ingin pelajar pelajar bukan hanya belajar di dalam kelas tapi bagaimana pendidikan karakter ahklaq yang baik. jadilah pelajar inovatif jangan malas, kritis,, harus memiliki rasa malu agar kelak jika dewasa menjadi pemimpin, pejabat, pengusaha mereka memiliki rasa malu akan sikap tidak baik,” kata Muhajir didepan pelajar yang hadir dalam acara Discovery 4 di Taman Blambangan Banyuwangi. (4/3).

Dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko. SE. Kepala Dinas Pendidikan, Drs Sulihtiyono MM, guru dan kepala sekolah, Mendiknas menegaskan agar dunia pendidikan tidak di jadikan ajang bisnis oknum oknum yang mengatasnamakan dunia pendidikan.

Menurut mantan rektor di UMM ini, banyak sekolah dengan beralasan dana bos kurang melakukan Para pendidik mencari celah untuk melakukan pungli, dengan istilah sumbangan, SPP, terkadang dengan bahasa sedekah.

“Contohnya begini seperti dana bos, harus di tambah ini itu agar dana bos nambah, dana boss akhirnya jadi bahan ngedobos,” katanya
Bahkan sekolah ikut berbisnis menjual peralatan sekolah kelengkapan murid dari buku seragam dst, tidak memaksa namun murid harus beli. Hal ini karena para pendidik juga sudah menjadi kepanjangan tangan para pebisnis.

Lebih jauh Muhajir berharap rasa malu dan berbuat baik harus diberikan tauladan oleh para pendidik (guru), bila tidak hal ini kedepan akan berlarut-larut akan dicontoh para pelajar kelak ketika menjadi pebisnis atau pejabat.

“Saya berharap di Banyuwangi pendidikan tidak menjadi ajang bisnis mereka adalah generasi penerus kita yang nantinya menjaga kita. Jangan kotori dunia pendidikan,pejabat pendidikan juga harus memiliki akhlaq dan rasa malu,” kritiknya.

Sementara itu, Kepala dinas pendidikan Banyuwangi, Drs Sulihtiyono MM. mengapresiasi sambutan dan harapan mendiknas. “ini masukan dari pak menteri harus kita apresiasi, kita harus evaluasi untuk tujuan pendidikan menjadi lebih baik,” kata Sulih. (van/makin)

Komentar

comments