Untag masih Persoal status Unair Cab. Banyuwangi

Rektor Untag  BanyuwangiTutut Hariyadi, Msi

Rektor Untag Tutut Hariyadi, Msi.

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)- Rektor UNTAG Banyuwangi Tutut Hariyadi, Msi menyesalkan sikap pihak tertentu utamanya akademisi terkait kehadiran UNAIR Cabang Banyuwangi.

Awalnya Dari 12 perguruan tinggi swasta (PTS) di Banyuwangi menolak Kehadiran UNAIR cabang di Banyuwangi, dinilai melanggar Permendiknas No 20 Tahun 2011 Dalam pasal 3 ayat (1).

Selanjutnya tinggal 7. Lalu sisa lima. Kemudian termasuk UNIBA berbalik mendukung mendukung unair cabang Banyuwangi.

“awalnya semua kawan-kawan PTS bersikap sama, Pendirian UNAIR di banyuwangi tidak memenuhi persyaratan aturan yang berlaku, sekarang tingggal UNTAG Banyuwangi masih bersikukuh berpandangan melanggar Permendiknas No 20 Tahun 2011 Dalam pasal 3 ayat (1),” kata Tutut

Bahkan lebih jauh, Untag lembaga pendidikan tinggi terbesar di banyuwangi ini melakukan upaya hukum ke PTUN Jakarta No gugatan 117/ PEN-PP/2014/PTUN Jakarta tanggal 17 Juni 2014.Utamanya menyesalkan sikap Rektor UNIBA Banyuwangi.

Diketahui Kehadiran UNAIR di Banyuwangi menjadikan kontroversi. UNAIR cabang Banyuwangi di  agendakan buka, dan sudah bisa menerima mahasiswa baru tahun 2014 ini.

” Itu yang akan di pakai gedung SMU 1 Giri hanya di pasang umbul-umbul dan sudah jadi papan nama di depan, UNAIR menggunakan dasarnya apa, apa UNAIR di Banyuwangi juga punya ijin”, katanya prihatin

Sementara itu Pakar Hukum Tata Negara di Banyuwangi yang juga dosen UNTAG Banyuwangi, Dr. Didik Suhariyanto, SH,MH, mempersoalkan status keberadaan gedung dan dana yang digunakan dalam penempatan gedung untuk UNAIR Banyuwangi. ” Itu yang di pakai gedung SMU 1 Giri. Mestinya mereka sewa uangnya darimana?”, ungkapnya. (Yak.Makin)

Komentar

comments

Tagged with