Unggul Survei LSI. Pasangan Prabowo-Sandi Tak Ingin Mengkotakkan Ulama Dengan Masyarakat

Unggul Survei LSI. Pasangan Prabowo-Sandi Tak Ingin Mengkotakkan Ulama Dengan Masyarakat

Faktanews.co.id.– Pasangan Prabowo-Sandiaga tidak menggunakan isu-isu agama sebagai bagian upaya pemenangan pasangan nomor urut 02 tersebut di Pemilihan Presiden 2019.

Untuk itu seperti dikutip Republika, pasangan Prabowo-Sandiaga  tidak merasa diuntungkan dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang mengungkap lima ulama paling berpengaruh ke pemilih. Kelima ulama itu yaitu Abdul Somad, Arifin Ilham, Yusuf Mansur, Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan Rizieq Shihab.

Survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan imbauan atau pendapat yang disampaikan Ustaz Abdul Somad (UAS) paling banyak diikuti dibandingkan ulama lain. Masyarakat yang mengikuti imbauan UAS sebanyak 30,2 persen.

Selain UAS, ulama yang dianggap masyarakat paling berpengaruh berdasarkan survei LSI Denny JA, yakni Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, Ustadz Abdullah Gymnastiar, dan Habib Rizieq Shihab.

Ada tiga kriteria ulama berpengaruh versi LSI Denny JA, masing-masing tingkat pengenalan diatas 40 persen, tingkat kesukaan di atas 50 persen, dan kemampuan mempengaruhi di atas 15 persen.

Pendapat ulama yang paling banyak diikuti masyarakat setelah UAS atau Ustaz Arifin Ilham (25,9 persen), Ustaz Yusuf Mansur (24,9 persen), Aa Gym (23,5 persen), dan Habib Rizieq (17 persen). Menurut dia, dari kelima ulama tersebut, Aa Gym merupakan ulama yang paling dikenal masyarakat dengan presentase 69,3 persen, UAS (59,3 persen), Ustaz Yusuf Mansur (57,2 persen), Habib Riezieq (53,4 persen), dan Ustaz Arifin Ilham (41,2 persen).

“Kita tidak mengambil sisi keuntungan dari isu-isu bersifat seperti itu, isu-isu agama-agama,” ujar Wakil Direktur Relawan Yahdil Abdi Harahap saat ditemui wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11).

Yahdil yang juga Ketua DPP PAN tersebut menegaskan, sejak awal pasangan Prabowo-Sandiaga lebih menitikberatkan kepada program-program dan visi misi.

“Kita tetap fokus pada kritik, janji kampanye program dan solusi,” ujar Yahdil.

Karenanya, ia menegaskan kubu Prabowo-Sandiaga juga tidak sepakat dengan adanya survei terhadap para ulama dan pengaruh ke pemilih. Ia menilai hal itu berarti mengkotak-kotakkan para ulama dengan masyarakat.

“Kalau kami sebetulnya kurang sepakat mengkotak-kotakan ulama dan melakukan survei terhadap ini pengikutnya kemana, ini kemana, ini kemana. Karena saya kira jamaah ulama saling bercampur. Jadi sulit untuk mengkotak-kotakkan mana jamaah ini, mana yang ini,” ungkap Yahdil.

Apalagi survei terhadap itu juga berpotensi memecah belah persatuan bangsa. “Itu tidak baik dalam praktek berbangsa dan bernegara beragama di negara kita, juga kepada masyarakat tentunya,”pungkasnya.(re/hay).

Komentar

comments

Tagged with