Ulama Masuk Politik Praktis Dengan Konsekwensi

Ulama Masuk Politik Praktis Dengan Konsekwensi

Faktanews.co.id.- Guru besar politik Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Jakarta, Prof Din Syamsudin, mengatakan, asal bisa tetap membawa nilai-nilai agama, ulama tidak masalah jika terjun ke politik praktis.

Menurut mantan ketum MUI ini, Islam tidak terlepas dari politik sehingga tidak ada pemisahan antara agama dan politik dalam pandangan Islam.

Mantan ketum PP Muhammadiyah ini menyebut, dengan masuknya ulama dalam politik praktis supaya politik bisa dibimbing dengan arahan moral.

“Karena itu, ulama pun tidak ada masalah terjun ke dunia politik asalkan tetap membawa nilai-nilai agama, asalkan siap menerima risiko,” katanya usai konferensi pers World Peace Forum (WPF) ke-7 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (13/8).

Namun demikian, bila seorang ulama masuk ke area politik yang sudah merupakan hal biasa, seorang ulama harus siap menghadapi segala risiko, termasuk dibenci dan dicintai.

“Tidak usah jauh-jauh, seperti saya, ya memang ada risiko kalau saya masuk ke politik kekuasaan dan apalagi yang terbelah. Pasti saya dicintai satu pihak dan dibenci oleh pihak-pihak lain. Itu risiko,” ucapnya.

Lebih jauh Din Syamsudin mengatakan, ulama yang terjun ke politik harus secara sejati memperjuangkan nilai-nilai agama. lebih dari itu, seorang ulama juga harus siap memperjuangkan aspirasi semua umat. Tidak hanya memperjuangkan kelompok.

“Baik-baik saja ulama masuk ke ranah politik dengan syarat harus secara sejati memperjuangkan nilai-nilai, bukan memperjuangkan dirinya. Bukan memperjuangkan kelompoknya atau partai pendukungnya,” katanya. (ro/hay).

Komentar

comments

Tagged with