Tujuh Pengacara NU Dan Sejumlah Kyai Besok Pastikan Laporkan Yunus

Tujuh Pengacara NU Dan Sejumlah Kyai Besok Pastikan Laporkan Yunus

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Tujuh Pengacara LBH NU. masing-masing Misnadi SH.MH. Eko Sutrisno SH. Nur Khoriri,SH. M.Ikbal SH. Anwar Fauzi,SH. Syaiful Bahri SHi. MH. Alek Budi Setiyawan SH. MH. memastikan besok 13 September 2017 akan melaporkan aktivis Yunus Wahyudi ke Polres Banyuwangi.

Yunus dilaporkan karena di duga mencemarkan nama baik sebagai mana dimaksud dalam pasal 310 KUHP jo pasal 27 UU ITE.

Kedatangan sejumlah pengacara besok di Polres Banyuwangi juga akan di dampingi sejumlah Kyai NU.

“sebelum laporan kita dan kyai kumpul di kantor NU,” Kata ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) NU. Misnadi SH. MH, Selasa sore (12/9).

Laporan ini dilakukan menyusul komentar-komentar Yunus yang dinilai menyudutkan tokoh NU Banyuwangi.

Yunus menyebut nama-nama dipengurusan NU Yaitu MA dan NNA menerima dana ‘angpao’ dari perusahaan pertambangan emas Gunung Tumpang Pitu baik saat masih dikelola PT. Indo Multi Niaga (IMN) hingga PT Bumi Sukses Indo (PT BSI).

Bahkan Yunus juga menyebut ada istilah ‘Kiai Perampok’ dilingkaran PCNU.

“Sudah kita lakukan kajian semuanya, Kita atas kuasa NU, besok akan lapor selanjutnya kita melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik, baik perseorangan maupun secara kelembagaan,”jelasnya.

Laporan ini dilakukan setelah jajaran PCNU Banyuwangi, menggelar rapat koordinasi di kantor Sekretariat setempat, Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi Senen (11/9) kemarin.

“Kita sebagai kuasa Ketua PCNU Banyuwangi, KH Masykur Ali dan Wakil Ketua H Nanang Nur Ahmadi,” tegasnya.

Sementara itu sebelumnya, Yunus Wahyudi, mengaku siap untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

Yunus menyatakan bertanggung jawab dan yakin apa yang di sampaikan berdasar fakta kebenaran.

“Ingat, penjara tidak akan menyurutkan semangat Yunus dalam memperjuangkan kebenaran,” tegasnya.

Berkaitan dana yang mengalir dari Perusahaan penambangan emas baik saat PT. IMN maupun PT.BSI menurut Yunus, itu diterima personal-personal yang menjabat di pengurusan PC NU Banyuwangi.

“NU kan untuk kemaslahatan umat, ini oknum, bukan NU, saya juga orang NU, saya juga pengurus Pagar Nusa,” katanya.

Terkait perkataan istilah ‘Kyai Perampok’, menurut Yunus dirinya hanya menyampaikan apa yang telah diucapkan oleh salah satu Kyai sepuh di Banyuwangi.

Seperti diketahui, penahanan Budi pego terkait Palu Arit oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, bagai jadi bola liar membuat suasana panas dalam Pro dan Kontra.

Yunus dan NU sebelumnya berbeda pandangan soal penahanan Budi Pego.

Yunus cenderung menilai penahanan Budi Pego adalah kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan kontra penambangan karena Budi Pego warga yang tinggal di area satu desa dengan aktivitas penambangan desa sumber agung Kecamatan Pesanggaran.

Sementara NU dan Elemen lain seperti PP, Forsuba, FUI menilai penahanan Budi Pego murni karena gambar atau logo Palu Arit.

Apalagi persoalan palu arit sebagai lambang PKI merupakan masalah sensitif bagi Negara dan NU karena sejarah pernah di khianati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pro kontra penahanan budi pego juga terjadi antara PP yang hampir berhadap-hadapan dengan Mahasiswa yang didalamnya terdapat beberapa LSM Lingkungan hidup.(kin).

Komentar

comments