Tuding Pengurus NU Terima Dana BSI, Aktivis Yunus Divonis 4 Bulan Penjara

Tuding Pengurus NU Terima Dana BSI, Aktivis Yunus Divonis 4 Bulan Penjara

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Aktivis Lsm, M Yunus Wahyudi (44) divonis 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (28/2/2018).

Putusan ini jauh lebih ringan dari Jaksa Penuntut Umum (Jpu) Kejaksaan Negeri Banyuwangi yang diketuai Muhammad Arifin SH dengan tuntutan 8 bulan penjara.

Yunus didakwa melanggar pasal 45a ayat 2 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang perbuatan yang menimbulkan rasa kebencian terhadap pengurus PCNU Banyuwangi.

Perkara ini muncul menyusul sejumlah media Online memberitakan kritik Yunus menyebut beberapa pengurus NU sebagai “Kiai Ramp##” terhadap pengurus PCNU Banyuwangi, KH Masykur Ali, Nanang Nur Ahmadi pada 11 September 2017 lalu dituding telah menerima sejumlah aliran dana dari PT BSI yang sedang melakukan aktivitas penambangan emas Gunung Tumpang Pitu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Dalam sidang meski sempat tidak datang 2 kalu Ketua PCNU Kiai Maskur Ali sempat didatangkan majelis hakim untuk bersaksi.

“Dengan mempertimbangkan saksi memberatkan dan saksi yang meringankan, memutuskan untuk menjatuhi hukuman 4 bulan penjara dipotong masa tahanan,” kata Hakim Ketua, Saptono SH, di Ruang Garuda PN Banyuwangi.

Bila Yunus maupun Jaksa tidak banding dengan vonis 4 bulan maka Aktivis LSM asal Dusun Kaliboyo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi tinggal menyisakan 3 pekan untuk kembali beraktivitas dan kembali kepada keluarganya.

Pasalnya Yunus sudah ditahan 3 bulan 1 minggu untuk dikurangi masa hukuman.

Namun demikian, atas putusan itu, Yunus yang sempat beberapa kali melirik kuasa hukumnya dan ekspresi wajah terlihat kecewa menyatakan banding.

“Saya akan mengajukan banding, saya tidak bersalah. Itu hak saya,” teriak Yunus berapi-api dikawal anggota Sabhara Polres Banyuwangi menuju kendaraan tahanan dan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP).

Sementara itu, koordinator penasihat hukum terdakwa, Slamet Suharto, belum memastikan langkah atas putusan hakim tersebut karena akan berkoordinasi dengan kliennya (Yunus) sebelum memilih opsi antara menerima atau banding atau menerima.

“Putusan hakim memang ringan, tapi kita akan menerima atau mengajukan banding atas putusan itu akan dirundingkan dulu,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.(kin).

Komentar

comments

Tagged with