Truck Galian C Nakal Di Wangkal Dihadang Warga

Truck Galian C Nakal Di Wangkal Dihadang Warga

Faktanews.co.id- (Banyuwangi)- Merasa geram setelah pihak terkait hanya diam dan membiarkan galian C tidak berijin yang meresahkan, Warga Kelurahan Kalipuro akhirnya turun kejalan sejak pukul 10.30 dan menghadang truk mengangkut material hasil tambang yang melintas di jalan Sabtu (16/12/2017).

Warga yang didominasi anak muda tersebut menghadang truck dari lokasi penambangan berada Lingkungan Wangkal, Desa Kalipuro, Kecamatan Kalipuro.

Galian C milik Pakih warga Villa Sukowidi itu sebelumnya sempat di hentikan Polres Banyuwabgi karena belum mengantongi ijin penambangan yang kini menjadi wewenang Provinsi.

Namun demikian beberapa hari kemudian penambangan kembali aktif, sementara pihak satpol PP, Kecamatan, Polsek maupun Kelurahan setempat tak berbuat apa-apa.

Ketua Karang Taruna Kalipuro Rizal menuturkan pada Fakta News. co.id. Warga setempat sudah kesal meminta pihak terkait untuk tegas melakukan tindakan penertiban sesuai aturan yang berlaku.

“kami dirugikan dengan galian C itu, tapi jika memang sudah ada ijinnya, silahkan mau operasi,”katanya geram.

Wakil dari masyarakat Kalipuro, Roji mengatakan, semua warga menuntut agar tambang galian C yang diduga ilegal tersebut ditutup.

Pertimbanganya adalah dampak-dampak yang sudah dan akan ditimbulkan oleh tambang.

Lebih jauh dia mengatakan, jika memang benar galian C tersebut tidak memiliki ijin, maka pemilik tambang harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Selain itu, dugaan yang melibatkan Lurah dan Camat harus ditindak jika memang terbukti menerima gratifikasi dari tambang, saya punya rekaman terkait hal itu mas,” tambahnya.

Tokoh masyarakat terdekat yang juga menjabat ketua RT 01/01 Krajan, Khoirul juga tak menutupi kekecewaannya kepada pemerintah Kecamatan dan Lurah Kalipuro.

“Pak lurah, Pak Camat mestinya bertindak, ini juga menepis adanya lobi, buktinya mereka diam saja,” pungkasnya.

Sementara itu pemilik tambang, Pakih mengakui masih sedang mengurus ijin.

“Kita ngurusnya Di Jatim (Surabaya) masih dalam proses,” jelas Pakih. (ver/kin).

Komentar

comments