Tolak Ikuti Hitung Ulang, Bapaslon Bupati Dikabarkan Siapkan Gugat KPU

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Keputusan Bawaslu terkait pembatalan berita acara (BA) KPU soal B.1-KWK tertanggal 25 Februari 2020, tak meredakan Sengketa antara KPU dan Satiyem – Sunaryanto.

Bakal Pasangan calon (Bapaslon) perseorangan itu menolak proses penghitungan ulang oleh KPU.

Sejumlah perwakilan tim Satiyem – Sunaryanto ini mendatangi KPU Banyuwangi guna menyerahkan surat penolakan penghitungan ulang,Selasa (17/3/2020) siang.

Informasi yang diterima faktanews.co.id. Kubu Satiyem – Sunaryanto menolak penghitungan ulang dengan memilih jalur banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya guna mendasari langkahnya berikutnya dalam pencalonan Pilkada Banyuwangi.

“Bunda Satiyem telah menyiapkan materi untuk melakukan gugatannya melalui PTUN Surabaya,”kata sumber terpercaya.

Seperti diketahui, penghitungan ulang ini merupakan buntut penghitungan syarat minimal dukungan bapaslon independen namun ditolak KPU Banyuwangi 25 Februari 2020 lalu.

Kpu menolak syarat minimal dukungan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020, Satiyem – Sunaryanto karena jumlah dukungannya 61.218 dukungan atau tidak memenuhi syarat dari jumlah minimal 85.643 suara, disisi lain kubu satiyem-Sunaryanto merasa Persyaratannya sudah cukup.

Sengketa ini oleh Bawaslu Banyuwangi telah diputuskan dengan pembatalan terkait berita acara (BA) KPU soal B.1-KWK tertanggal 25 Februari 2020 tersebut.

Dalam putusan Bawaslu tanggal 13 Maret 2020 pada intinya syarat dukungan pasangan Satiyem-Sunaryanto diperintahkan di hitung ulang oleh KPU Banyuwangi dalam batas waktu 14 Hari setelah keputusan Bawaslu.

Komisioner KPU Banyuwangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ari Mustofa mengatakan, proses penghitungan ulang tidak terganggu oleh penolakan Bapaslon Satiyem – Sunaryanto.

“Target kita dua hari selesai. Hasil ulang ini akan dibuatkan berita acara baru sebagai ganti berita acara yang dibatalkan Bawaslu,”kata Ari kepada wartawan,(17/3).

Ari mengaku, Walau tanpa saksi dari perwakilan Satiyem – Sunaryanto, KPU meyakini jalannya penghitungan ulang berjalan fair. Sebab ada petugas dari Bawaslu yang memerintahkan Panwascam untuk mengawasi prosesi penghitungan.

Lebih jauh Ari mengatakan, proses penghitungan ulang  melibatkan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan tempat penghitungannya satu titik ruangan, sehingga pihaknya meyakini tidak ada satupun berkas yang keluar.

“Tadi ada pula petugas kepolisian yang datang melakukan pengawasan,” imbuhnya.(du/kin).

Komentar

comments