Timses Prabowo Laporkan Bupati dan Kandepag

timses pabowo Faktanews.co.id.(Banyuwangi) – Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta melaporkan Bupati Banyuwangi dan kepala Departemen Agama Kabupaten Banyuwangi ke Panwas Kabupaten Banyuwangi, karena dianggap tidak netral dan menggunakan fasilitas negara pada Pilpres 2014.

Barang bukti yang mereka bawa berupa uang tunai Rp 50.000, 17 kartu pintar, 4 kartu sehat, stiker bergambar Jokowi-JK dan 3 amplop putih yang bertuliskan nama guru ngaji.

“Kami menemukan pada amplop pemberian dana insentif untuk guru ngaji TPQ oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ada stiker Jokowi-JK dan juga kartu pintar, serta kartu sehat,” jelas H. Eko Susilo Nurhidayat, Ketua Tim Sukses Prabowo Hatta kepada Faktanews.

Dari laporan relawan, stiker Jokowi-Jk yang berada di dalam amplop insentif ditemukan di 15 kecamatan di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Dalam ketiga amplop yang dilaporkan tersebut tertera nama guru ngaji dan uang insentif yang diterima oleh masing-masing guru ngaji berbeda-beda antara 750 ribu sampai 1 juta rupiah serta dibagikan pada hari tenang.

Total Pemkab Banyuwangi secara simbolis menggelontorkan anggaran Rp 8,5 miliar kepada 17.000 lebih guru ngaji di Banyuwangi. Anggaran tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Banyuwagi kepada guru ngaji yang telah memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di daerah “kita sudah tunjuk Misnadi, SH menjadi pengacara kami,” tambah Eko.

Dalam Press Conference yang diadakan di sekretariat timses Prabowo Hatta depan Polres Banyuwangi 9/7, Selain melaporkan ke Panwas Kabupaten, rencananya Tim Sukses Prabowo-Hatta juga akan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Mereka menilai ada unsur pidana yang dilanggar berupa pemanfaatan fasilitas Negara “pendopo itu fasilitas pemerintah yang seharusnya bukan tempat kampanye,” tegas Eko Susilo.

Sekretaris Tim Prabowo Hatta Kabupaten Banyuwangi Mandiri Ratu Warang Agung, ST mengatakan apa yang dilakukan hari ini bukan hanyagertak sambal semata dan akan diteruskan ke kepolisian.

Bukan hanya itu, pelanggaran yang dilakukan Timses Jokowi-Jk juga terjadi di desa Kumendung kecamatan Muncar.

“disana ada pengondisian untuk memilih pasangan nomor 2, timsesnya sudah berdiri menyalami pemilih di depan TPS,” ungkap Warang. (Rizal)

Komentar

comments

Tagged with