Tiga Guru Kasus Cukur Petal-Petal Dikeluarkan Dari Penjara

Tiga Guru Kasus Cukur Petal-Petal Dikeluarkan Dari Penjara

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Tiga pendidik muda SDN 2 Patoman Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi sekitar pukul 17.00 baru bisa keluar dari tahanan Lp Banyuwangi,(2/10/2019).

Tiga pengacara Misnadi SH Mhum, Ikbal SH dan Gembong Rifa’i SH harus melakukan langkah-langkah pantang menyerah meski harus wira-wiri untuk meyakinkan hak kliennya Guru Olah raga, Arya Abi Sanjaya (22).

Arya keluar LP Banyuwangi bersama dua rekannya guru Ekstrakulikuler Pencak silat Joko dan Rizki.

Ketiganya yang jadi tahanan kejaksaan sejak Selasa, 24 September, dikeluarkan dari LP menyusul diketahui sejatinya sejak kewenangan beralih di PN Banyuwangi Senen kemarin (saat berkas diserahkan dari Kejari Banyuwangi Senen (30/9/2019), ternyata PN tidak memerintahkan penahanan kepada guru tersangka cukur rambut petal-petal yang dijerat pasal 170 tentang kekerasan bersama-sama (pengoroyokan) oleh penyidik tersebut.

“Tadi sekitar Jam 5 sore Arya dan dua temannya sudah dikeluarkan dari LP karena memang sejak Senen kemarin dia sebenarnya bukan tahanan lagi,”kata Misnadi SH.Mhum.

Sementara itu, Gembong Rifai SH. dan Ikbal SH tak memungkiri kewenangan kliennya untuk mendapatkan hak hukumnya.

“Kita baru saja selesaikan semua, mereka kan tidak ditahan Pengadilan namun Pihak LP harus punya dasar untuk melepasnya,” kata Ikbal SH.

Menurutnya, dengan surat pemberitahuan dari pengadilan Negeri bahwa ketiganya tidak ditahan, kliennya harus dikeluarkan.

“Surat PN sudah kita serahkan, ya ketiganya sudah boleh pulang kerumah masing-masing,”ungkapnya.

Sebelumnya, sejak ditahannya tiga guru Selasa (24/9) sejumlah reaksi bermunculan, di media sosial beragam komentar keprihatinan menyusul pemberitaan dari sejumlah media.

Selang hari tepatnya Kamis 26 September 2019, Ketua dan Sekretaris PGRI Banyuwangi datang ke Kejaksaan bersama pengurus lainnya mengajukan upaya penangguhan penahanan Arya kepada Kejari Banyuwangi dan rencana aksi demo yang direncanakan awal pekan ini.

Disisi lain, sebagai bentuk simpati penahanan kepada dua anggotanya Joko dan Rizki yang jadi guru ekstrakulikuler Pencak silat SD Patoman tersebut, kelompok perguruan PSHT melakukan aksi Senen Siang 30 September 2019 di Kejari Banyuwangi.

Pada hari yang sama aksi itu infonya dilanjutkan di Polsek Rogojampi tempat awal penyidikan kasus tersebut.

“Klien saya tidak mencukur petal-petal saja juga ikut kena pasal 170 KUHP pasal pengeroyokan,”kata keduanya.

Lebih jauh, Kedua pengacara ini, masih penasaran penggunaan pasal 170 KUHP karena sebelumnya dipenyidikan sebelumnya penyidik menjerat dengan Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang perlindung anak JO Pasal 64.

“Kita konsentrasi kepada persidangan nanti,”pungkasnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with